
Gresik, Investigasi.today – Keberadaan mobil siaga desa seharusnya digunakan untuk kepentingan semua warga desa, terlebih lagi untuk masalah yang urgent. Namun hal ini tidak berlaku di Desa Mulung Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.
Entah karena alasan apa, pemerintah desa setempat tidak meminjamkan mobil siaga kepada masyarakat yang nyata-nyata dalam kondisi butuh pertolongan.
Seperti halnya yang dialami, Siti Asia, warga Desa Mulung yang mengalami kecelakaan pada Rabu (13/4/2022) kemarin. Meski saat ini sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit, namun dia sempat mengalami kejadian yang kurang mengenakkan.
Saat mengalami kecelakaan, keluarga Siti berusaha meminjam mobil siaga desa. Namun tak dipinjami oleh pemerintah desa setempat. Alhasil, korban telat dalam penanganan di RS Khodijah Sidoarjo.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Sausin, suami korban mengatakan
“Saya sudah berusaha untuk pinjam mobil siaga desa, tapi tidak diperbolehkan,” ungkapnya, Kamis (14/4).
“Akibat dari telat mendapatkan penanganan karena tidak ada mobil untuk rujuk ke rumah sakit, istri saya mengalami gegar otak,” lanjutnya.
Terkait kejadian tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) Gresik, Aris Gunawan merasa prihatin, karena mobil siaga memang diperuntukan untuk kepentingan umum dan semua warga desa setempat berhak meminjam mobil siaga desa tersebut.
“Saya sangat prihatin dan sangat kecewa atas perlakuan Kepala Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo yang tidak mau meminjamkan mobil siaga desa tersebut. Padahal saat itu warganya kecelakaan dan butuh pertolongan,” ucapnya.
Aris menyatakan, seharusnya pemerintah desa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Apalagi, saat itu korban ( Siti Asia ) dalam kondisi kritis dan butuh pertolongan cepat.
Menurut Aris, mobil siaga itu dibeli dari anggaran dana desa dan seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat desa. Bukan hanya untuk operasional perangkat maupun kepala desa.
“Mobil itu bukan untuk pamer atau untuk kepentingan jalan-jalan kepala desa dan perangkat, tapi digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Aris.
Atas peristiwa ini, Aris berjanji akan mengawal dan membuat laporan ke pihak terkait atas adanya dugaan penguasaan mobil siaga Desa Mulung Driyorejo.
“Apabila pihak kepala desa masih menggunakan kendaraan siaga tersebut untuk kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan masyarakat. Kami pastikan akan buat laporan ke pihak terkait,” pungkasnya. (Slv)


