
Surabaya, investigasi.today – Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya menegaskan komitmennya menangani insiden peluru nyasar yang menimpa dua siswa di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, secara profesional, terbuka, dan berkeadilan.
Penyelidikan tidak hanya mengandalkan tim internal, tetapi juga melibatkan ahli independen serta data teknis resmi demi hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menjelaskan saat ini tim sedang meneliti 119 item bukti yang akan diperiksa secara mendalam, termasuk uji tembak peluru untuk menelusuri jejak dan jangkauannya secara presisi.
“Segala sesuatunya sudah dalam tahap pemeriksaan. 119 bukti ini akan terus diteliti, bahkan pelurunya pun akan diuji tembak sampai ke titik paling rinci. Kami tidak ingin ada celah sedikit pun dalam penyelidikan ini,” ungkapnya di Surabaya, Minggu.
Fokus Utama: Keselamatan Korban & Dukungan Penuh
Sejak hari pertama kejadian, penanganan korban menjadi prioritas utama. Dua siswa yang menjadi korban, yaitu DF (14) dan RO (15), langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan perawatan intensif pasca insiden pada Rabu (17/12/2025) lalu.
Oni menyampaikan, untuk salah satu korban, pihaknya telah memastikan seluruh kebutuhan medis, kontrol kesehatan, hingga santunan telah disalurkan sepenuhnya kepada keluarga. Komunikasi aktif pun terus dilakukan dengan keluarga korban lainnya demi mencapai penyelesaian terbaik dan meyakinkan semua pihak.
“Kami dampingi sejak awal, mulai dari pengobatan, perawatan rutin, hingga santunan. Untuk satu korban, ibunya sudah menerima semuanya. Dengan korban lainnya, kami terus berkomunikasi agar masalah ini tuntas dengan cara yang baik,” tambahnya.
Data Resmi & Ahli Independen Perkuat Hasil Penyelidikan
Agar hasil uji balistik tidak diragukan, Pasmar 2 menggandeng PT Pindad (Persero) untuk menyediakan data teknis yang akurat dan terstandarisasi. Selain itu, sejumlah ahli independen juga dilibatkan untuk mengkaji aspek jangkauan tembak dan prosedur keselamatan latihan, sehingga penilaian datang dari berbagai sudut pandang.
“Data dari Pindad akan kami jadikan acuan utama. Kami tidak ingin menggunakan asumsi, semuanya harus berbasis fakta dan angka yang tepat. Ahli independen pun kami libatkan agar pandangannya objektif dan menyeluruh,” tegas Oni.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Di samping penyelidikan teknis dan dukungan kemanusiaan, jalur hukum tetap berlangsung melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal). Pasmar 2 membuka ruang seluas-luasnya jika keluarga korban ingin menempuh langkah hukum lebih lanjut. Tidak hanya itu, evaluasi besar-besaran terhadap prosedur latihan juga dilakukan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Sebagai informasi, insiden terjadi saat siswa sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah. Sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah, saat itu sedang berlangsung latihan menembak rutin TNI AL.
Dengan pendekatan terpadu antara penyelidikan ilmiah, dukungan kemanusiaan, dan keterbukaan hukum, Pasmar 2 berupaya memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan keadilan bagi korban dan keluarga. (Ink)


