
Surabaya, investigasi.today – Kawasan strategis Jalan Teuku Umar, Surabaya, tampak dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri pada Jumat (31/7) pagi. Keamanan diperketat tepat di sekitar markas perusahaan penagih utang (debt collector/DC) menjelang aksi massa yang digelar kalangan pesilat yang dijadwalkan berlangsung siang ini.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah mobil polisi terlihat parkir bersiaga tak jauh dari lokasi markas, didampingi personel yang tersebar di sepanjang jalan. Unsur TNI juga tampak melengkapi pengamanan. Sementara di dalam lingkungan markas DC, sejumlah kendaraan terparkir di balik pagar, dan beberapa orang terlihat berdiri di area depan gedung.
Ribuan Personel Diterjunkan
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan dalam apel pengamanan pagi ini bahwa sebanyak 1.839 personel gabungan TNI–Polri telah disiapkan untuk mengamankan aksi yang berpotensi memanas tersebut.
Pengamanan tidak hanya dipusatkan di dua titik utama — Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya — tetapi juga diperkuat di titik-titik perbatasan masuk dan keluar kota. Langkah ini diambil guna mengantisipasi masuknya massa pendukung dari luar Surabaya, meskipun aksi resmi disebut terbatas bagi kelompok pesilat berdomisili di Surabaya.
“Petugas tidak hanya berjaga saat aksi berlangsung, tetapi ditempatkan hingga kegiatan benar-benar selesai dan kondisi kembali kondusif,” tegas Kombes Luthfie.
Rute Aksi & Rekayasa Lalu Lintas
Massa diperkirakan bergerak melalui rute panjang yang melintasi jantung kota: Bundaran Waru → Jl. Ahmad Yani → Jl. Wonokromo → Jl. Raya Darmo → Jl. Urip Sumoharjo → Jl. Basuki Rahmat → Jl. Embong Gayam → Jl. Panglima Sudirman → kembali ke Jl. Urip Sumoharjo → Jl. Pandegiling hingga berakhir di Jl. Teuku Umar.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya telah menetapkan pengalihan arus kendaraan di sejumlah titik kritis:
• Dari Jl. Raya Darmo menuju Jl. Basuki Rahmat → dialihkan ke Jl. Pandegiling sisi barat
• Dari Jl. Panglima Sudirman menuju Jl. Basuki Rahmat → diluruskan ke Jl. Urip Sumoharjo
• Dari Jl. Pandegiling maupun Jl. RA Kartini menuju Jl. Teuku Umar → dialihkan ke Jl. Imam Bonjol
• Dari Jl. Cokroaminoto dan Jl. Sam Ratulangi menuju Jl. Teuku Umar → dialihkan lewat Jl. Pandegiling dan Jl. RA Kartini
Polisi secara khusus mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan, menghindari kawasan yang dilintasi massa, dan mematuhi petunjuk petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama. (Lg)


