Saturday, September 5, 2026
HomeBerita BaruBaweanDistribusi LPG Bawean Terhenti Sejak 13 Agustus, 14.058 Tabung Kini Dikirim: Bagaimana...

Distribusi LPG Bawean Terhenti Sejak 13 Agustus, 14.058 Tabung Kini Dikirim: Bagaimana Kondisi Pasokan di Pulau?

GRESIK, Investigasi.today – Distribusi LPG bersubsidi ke Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, sempat tersendat selama lebih dari dua pekan. Sejak 13 Agustus 2026, pengiriman LPG melalui jalur laut harus dihentikan sementara akibat kondisi gelombang yang dinilai tidak memenuhi aspek keselamatan pelayaran.

Situasi itu membuat jalur distribusi energi menuju salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Gresik tersebut berada dalam pengawasan ketat. Pertamina Patra Niaga menyatakan penghentian pengiriman bukan karena pasokan LPG tidak tersedia, melainkan karena faktor keselamatan pelayaran.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan dan BMKG, ketinggian gelombang di jalur menuju Kepulauan Bawean saat itu berada di atas batas yang diperbolehkan untuk pelayaran. Kapal pun tidak dapat dipaksakan berangkat sebelum kondisi dinyatakan aman.

Kini, jalur pasokan mulai kembali bergerak.

PT Pertamina Patra Niaga pada 28 Agustus 2026 mengirim 14.058 tabung LPG menuju Kepulauan Bawean. Pengiriman tersebut telah memperoleh izin berlayar dari Syahbandar Kabupaten Gresik.

Artinya, setelah hampir dua pekan jalur distribusi terkendala cuaca, pasokan LPG kembali mendapat akses untuk masuk ke Bawean dan selanjutnya didistribusikan melalui jaringan pangkalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi pasokan terus dipantau, termasuk melalui koordinasi dengan agen, pangkalan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

“Kami memahami kebutuhan LPG merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, meskipun terdapat kendala cuaca yang berdampak pada aktivitas pelayaran, Pertamina terus berkoordinasi dengan agen, pangkalan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penyaluran LPG dapat kembali berjalan ketika kondisi pelayaran dinyatakan aman,” ujar Ahad.

14.058 Tabung Dikirim, Pengawasan Bergeser ke Jalur Distribusi

Pengiriman 14.058 tabung menjadi langkah penting untuk mengisi kembali pasokan LPG di Bawean setelah distribusi laut sempat terhenti.

Namun, tantangan tidak berhenti ketika tabung LPG tiba di pulau.

Pertamina juga meminta agen LPG bersubsidi di Kabupaten Gresik yang memiliki jaringan pangkalan di Kepulauan Bawean untuk memprioritaskan dan memantau proses pengiriman serta penyaluran kepada masyarakat setiap kali kondisi pelayaran memungkinkan.

Langkah tersebut menjadi penting karena kelancaran pasokan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan kapal berlayar. Setelah LPG tiba, distribusi di tingkat agen dan pangkalan menjadi mata rantai berikutnya yang menentukan apakah energi bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pertamina juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memantau perkembangan kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi kemungkinan peningkatan konsumsi LPG bersubsidi.

Dengan demikian, perhatian kini tidak hanya tertuju pada kapan kapal dapat kembali berlayar, tetapi juga bagaimana pasokan yang telah dikirim tersebut didistribusikan secara tepat dan merata.

Ahad menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengiriman LPG ke wilayah kepulauan.

“Pertamina berkomitmen menjaga kelancaran dan pemerataan penyaluran LPG bersubsidi, termasuk ke wilayah kepulauan. Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas, sehingga pengiriman akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan rekomendasi dari pihak berwenang,” katanya.

Cuaca Menjadi Faktor Kunci

Kasus Bawean menunjukkan satu persoalan yang kerap dihadapi wilayah kepulauan: distribusi energi sangat bergantung pada kondisi jalur laut.

Ketika gelombang berada di luar batas aman, distribusi tidak dapat dipaksakan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap LPG terus berjalan setiap hari.

Karena itu, Pertamina menyatakan akan terus memantau kondisi pasokan dan kebutuhan LPG bersubsidi di Kepulauan Bawean, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Dengan pengiriman 14.058 tabung pada 28 Agustus, distribusi LPG ke Bawean kembali mendapatkan momentum. Tantangan berikutnya adalah memastikan pasokan tersebut tidak berhenti pada dermaga, tetapi benar-benar bergerak melalui jaringan distribusi hingga ke masyarakat.

Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan laporan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular