Friday, September 4, 2026
HomeBerita BaruTNI/PolriKapolres Gresik Ajak Pelajar “Jogo Gresik” dari Sekolah: Stop Bullying, Bijak Gunakan...

Kapolres Gresik Ajak Pelajar “Jogo Gresik” dari Sekolah: Stop Bullying, Bijak Gunakan Gawai

GRESIK, Investigasi.today – Puluhan pelajar SMPN 22 Gresik mendapat pengalaman berbeda saat berkunjung ke Polres Gresik, Kamis (3/9/2026). Bukan sekadar mengenal tugas kepolisian, para siswa justru mendapat pesan langsung dari Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution tentang dua hal yang kerap mengintai kehidupan pelajar: bullying dan penggunaan smartphone tanpa kendali.

Suasana hangat langsung terasa di Lobi Gedung Utama Polres Gresik. Para siswa tampak antusias ketika berkesempatan bertemu dan berdialog langsung dengan orang nomor satu di jajaran Polres Gresik tersebut.

Dalam kunjungan edukatif itu, para pelajar diperkenalkan dengan berbagai fungsi kepolisian. Mulai dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Samapta, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Binmas hingga Intelkam.

Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, AKBP Ramadhan menjelaskan bagaimana masing-masing satuan bekerja dan berperan dalam memberikan pelayanan, perlindungan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, pertemuan tersebut tidak berhenti pada pengenalan institusi kepolisian.

Di hadapan para siswa, Kapolres menyelipkan pesan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Bullying, kata dia, bukan candaan yang bisa dianggap sepele.

“Anak-anak jangan sampai melakukan bullying. Jika ada yang menjadi korban atau melihat tindakan bullying, harus berani melapor kepada guru di sekolah,” tegas AKBP Ramadhan.

Pesan itu menjadi penting di tengah kehidupan pelajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital. Candaan, ejekan hingga perundungan kini dapat dengan mudah berpindah dari lingkungan sekolah ke media sosial.

Karena itu, Kapolres juga mengingatkan siswa agar tidak menjadikan smartphone sebagai pengganggu masa depan.

Penggunaan teknologi, menurutnya, harus diarahkan untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar. Para pelajar diminta mampu mengendalikan diri, bukan justru dikendalikan oleh gawai.

“Belajar yang rajin, manfaatkan waktu dengan baik supaya nanti bisa menjadi orang yang sukses,” pesan AKBP Ramadhan.

Ia berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, berprestasi dan memiliki karakter kuat. Menurutnya, masa sekolah merupakan fase penting untuk membangun kebiasaan dan menentukan arah masa depan.

“Jangan sampai kesalahan kecil hari ini justru menjadi masalah besar di kemudian hari,” menjadi semangat dari pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Kedekatan Kapolres dengan para pelajar semakin terasa ketika kegiatan ditutup dengan pembagian cokelat dan kaus bertuliskan “Jogo Gresik”.

Senyum dan keceriaan pun pecah. Para siswa menerima bingkisan dengan antusias sebelum mengakhiri kunjungan.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan humanis Polres Gresik dalam membangun komunikasi dengan generasi muda. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga berupaya hadir lebih awal untuk mencegah, mengedukasi dan menanamkan karakter positif kepada pelajar.

Sebab, menjaga keamanan Gresik bukan hanya soal penegakan hukum. Menjaga generasi mudanya dari bullying, penyalahgunaan teknologi dan perilaku negatif juga menjadi bagian dari upaya “Jogo Gresik”. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular