
Sumenep, investigasi.today –Â Menyusul adanya laporan kelangkaan BBM bersubsidi serta praktik pembelian yang tidak sesuai aturan, Polresta Sumenep menerjunkan tim khusus untuk mengawasi penyaluran BBM di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Kabupaten Sumenep. Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan sekaligus memastikan BBM subsidi tepat sasaran ke masyarakat.
Kasat Reskrim Polresta Sumenep, Kompol Bambang Tri Sutrisno, menjelaskan bahwa pembentukan tim khusus ini didasari dua hal utama: temuan dugaan penimbunan BBM hingga 70 liter menggunakan jeriken, serta keluhan luas dari warga mengenai kelangkaan Bio Solar dan munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU.
âKami tidak tinggal diam. Pengawasan dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus â pengawasan terbuka dan pengawasan tertutup â agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar berjalan sesuai ketentuan,â ujar Kompol Bambang di Sumenep, Selasa (3/11).
Dalam pola pengawasan terbuka, personel berseragam dari jajaran Polsek rutin melakukan patroli ke SPBU dan melaporkan kondisi di lapangan secara langsung. Sementara itu, pola pengawasan tertutup melibatkan tim dari Satuan Reskrim dan Intelkam Polresta Sumenep yang bergerak tanpa identitas mencolok guna mendeteksi praktik penyimpangan yang mungkin tersembunyi.
Pada tahap awal pelaksanaan, tim gabungan Polresta Sumenep bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep meninjau langsung dua SPBU, yaitu SPBU Ganding di Kecamatan Ganding dan SPBU Gedungan di Kecamatan Batuan. Petugas memeriksa kelengkapan administrasi, surat rekomendasi pembelian dari Dinas Pertanian, serta mewawancarai pengawas SPBU dan masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar.
Hasil pengecekan menunjukkan, di SPBU Ganding stok Bio Solar sedang kosong dan menunggu pengiriman, sementara Pertalite masih tersedia cukup untuk melayani masyarakat. Secara umum, di kedua lokasi yang ditinjau tidak ditemukan antrean panjang maupun praktik pengisian jeriken tanpa dokumen resmi. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi tindak pidana penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
âKami berharap kondisi ini terus terjaga. Namun pengawasan tidak berhenti di sini â kami akan lakukan secara berkelanjutan di seluruh SPBU Sumenep,â tegas Bambang.
Selain pemeriksaan, petugas juga menyampaikan imbauan penting kepada pengelola SPBU: memprioritaskan kendaraan umum, memastikan setiap transaksi sesuai prosedur, serta mengingatkan larangan penggunaan ponsel saat pengisian demi keselamatan.
Polresta Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi penyaluran BBM bersubsidi secara menyeluruh, sehingga harga terjangkau dan ketersediaan stabil dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (Naf/Fathor)


