HomeBerita BaruTNI/PolriSatgas Yonif 9 Marinir Berhasil Tangkap Komandan Batalyon TPNPB-OPM Matius Aisasior di...

Satgas Yonif 9 Marinir Berhasil Tangkap Komandan Batalyon TPNPB-OPM Matius Aisasior di Maybrat

Sorong, investigasi.today – Kabar gembira datang dari wilayah Papua Barat Daya. Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 9 Marinir TNI Angkatan Laut berhasil menangkap tiga anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM, di antaranya Matius Aisasior yang merupakan Komandan Batalyon kelompok tersebut. Penangkapan berlangsung di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, pada Kamis (29/10).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan operasi ini berkat hasil pemantauan intensif yang dilakukan personelnya. Pasukan mendeteksi keberadaan Matius saat ia keluar dari kawasan Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Bintuni — wilayah yang selama ini diduga menjadi basis persembunyian kelompoknya.

“Dari hasil pemantauan, pasukan mendeteksi keberadaan Matius Aisasior saat keluar dari Hutan Aisnak, Distrik Moskona Bintuni, yang diduga selama ini menjadi tempat persembunyian kelompoknya,” ujar Lucky dalam keterangannya, Sabtu.

Matius kemudian dilacak hingga menuju sebuah rumah di Kampung Franeway. Di lokasi itu, Yeremias Aisasior — yang diduga sebagai wakilnya — serta seorang anggota bernama Zakarias Aikingking ternyata telah menunggu. Pasukan selanjutnya melakukan penyergapan dengan pendekatan persuasif. Ketiganya menyerah tanpa perlawanan sama sekali.

Diduga Terlibat Sejumlah Aksi Kekerasan

Lucky menyebut kelompok Matius yang berafiliasi dengan jaringan OPM pimpinan Denni Moss diduga kuat terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan di Papua Barat Daya, antara lain penyerangan pos keamanan, penyerangan terhadap pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, serta berbagai tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat setempat.

Seruan Menyerah Dikampanyekan

Penangkapan ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pendekatan persuasif yang terus dijalankan TNI. Lucky kembali mengimbau pimpinan dan anggota kelompok bersenjata lainnya yang masih bertahan di hutan agar segera menyerahkan diri, meletakkan senjata, dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pendekatan persuasif akan terus diutamakan. Namun, apabila terjadi situasi yang mengharuskan tindakan tegas, TNI akan bertindak sesuai ketentuan hukum dan aturan pelibatan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas TNI di tanah Papua. (Bryan)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular