HomeBerita BaruJatimBanjir dan Longsor Melanda, Lumajang Resmi Tanggap Darurat Bencana

Banjir dan Longsor Melanda, Lumajang Resmi Tanggap Darurat Bencana

Lumajang, investigasi.today – Menyusul serangkaian bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan banjir lahar yang melanda sejumlah kawasan, Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Senin (2/11).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih berisiko tinggi.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa penetapan ini sangat diperlukan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan risiko peralihan musim yang rentan memicu bencana susulan.

“Langkah ini bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir dan tanah longsor. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah di Lumajang, Selasa (3/11).

Perhatian khusus diberikan kepada kawasan aliran lahar Gunung Semeru setelah banjir lahar menerjang kawasan Besuk Kobokan. Meskipun kondisi warga di sekitar lokasi terpantau aman saat ini, Bupati meminta masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan.

“Saya meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi, terutama bagi yang bermukim di sepanjang sungai maupun kawasan rawan longsor,” tegasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi akibat hujan deras telah berdampak di enam kecamatan: Jatiroto, Tempursari, Pasirian, Pronojiwo, Senduro, dan Candipuro.

Salah satu dampak paling parah tercatat di Kecamatan Tempursari, di mana 117 kepala keluarga sempat terisolasi karena akses jalan di Desa Purorejo terputus akibat diterjang banjir lahar Semeru. Tiga teras rumah roboh dan 10 rumah lainnya berisiko ambruk. Saat ini, akses sudah dibuka kembali dan warga tidak lagi terisolasi.

Di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, tragedi longsor menewaskan dua anggota keluarga — seorang ayah dan anaknya — menjadi pengingat pahit betapa pentingnya kesiapsiagaan di tengah peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar. Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah atau lereng yang tidak stabil saat hujan turun dengan deras, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

Kewaspadaan bersama diharapkan menjadi benteng utama dalam meminimalkan risiko korban dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang masih mengancam wilayah Lumajang dalam waktu ke depan. (Asep)

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular