AKBP Hotman : Petugas Hanya Menilang dan Membantu Masyarakat, Tidak Ada Pungli

0


Teks foto : Waka Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait

MAKASSAR, investigasi.today – Terkait viralnya video seorang anggota Polantas yang diduga melakukan pungli kepada pelanggar lalu lintas di pos penjagaan tepi jalan Kota Makassar, Sulawesi Selatatan. Wakil Kepala Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait menegaskan bahwa anggotanya tidak melakukan perbuatan tercela tersebut.

“Pengendara itu melakukan pelanggaran lalu lintas dan anggota kami hanya melakukan proses tilang,” kata Hotman.

AKBP Hotman juga menerangkan “kejadian tersebut berawal ketika pelanggar lalu lintas tersebut menerobos lampu merah di perempatan Jalan Kartini-Jalan Jendral Sudirman, kemudian petugas menghentikannya dan memberikan sanksi tilang,” paparnya.

“Meski dikenakan sanksi tilang tapi pelanggar enggan disidang, lalu pelanggar tersebut minta tolong ke petugas dengan memberikan uang Rp 100 ribu untuk pembayaran denda tilang,” lanjut Hotman.


Teks foto : dugaan pungli yang dilakukan petugas kepada pelanggar lalu lintas

“Register tilangnya sudah di cek dan ada buktinya. Pelanggar tersebut diberikan lembaran tilang warna biru untuk membayar ke BRI, tapi dia menolak untuk membayar sendiri dan minta tolong kepada petugas dalam proses persidangannya, akhirnya diberikan lembaran tilang warna merah agar mendapat keringanan pembayaran,” tandasnya.

“jika di BRI, ibu (pelanggar; Red) tersebut harus membayar Rp 500.000. Tapi jika dipengadilan bisa minta keringanan, cuma bayar Rp 100 ribu. Makanya dia minta lembaran tilang warna merah dan meminta tolong ke petugas untuk diproses di pengadilan,”jelas Hotman.

“Terkait yang ada dalam video, petugas kami hanya membantu. Karena mendapat telepon dari rekannya yang bertugas di Polda Sulsel (kerabat pelanggar) agar membantu pelanggar tersebut dalam proses persidangan,” papar Hotman.

Berita sebelumnya, video polisi yang diduga menerima pungli dari seorang pengendara di dalam sebuah pos di tepi jalan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. (Kamajaya)