
Jakarta, investigasi.today – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa mendesak penguatan pengawasan dan keamanan seluruh satuan pendidikan di Indonesia, pasca ditemukannya senjata api, senjata tajam, serta barang terlarang lainnya di lingkungan salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul temuan mengejutkan Polres Metro Jakarta Selatan di gudang milik yayasan sekolah tersebut: ratusan senapan angin dan airsoft gun, satu pucuk senjata api, hingga barang bukti narkotika berupa ganja dan sabu.
“Jika terbukti sah secara hukum, ini persoalan sangat serius. Menyangkut keselamatan nyawa peserta didik sekaligus integritas lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak,” tegas Adde di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Anggota DPR itu meminta kepolisian mengungkap fakta secara transparan dan profesional. “Harus jelas siapa pemilik barang-barang berbahaya ini, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dan apakah ada pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan pihak terkait,” imbuhnya.
Selain penegakan hukum, Adde mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan pemerintah daerah mengevaluasi sistem pengawasan sekolah tanpa memandang status negeri maupun swasta. Keamanan dan pencegahan peredaran barang terlarang harus melibatkan kolaborasi erat sekolah, orang tua, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
“Temuan ini menjadi pengingat keras: pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas. Setiap anak berhak belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari segala ancaman,” tandasnya.
Saat ini, barang bukti senjata ditangani tim penyidik umum, sedangkan bukti narkotika diserahkan ke Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap keterlibatan pihak lain. (Ink)


