Antisipasi Dampak Eksplorasi Minyak, AMP Gelar Deklarasi di Tengah Laut

0

GRESIK, Investigasi.Today – Menanggapi rencana pengeboran minyak okeh PGN Saka di Tambakboyo, Desa Pangkahkulon, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pangkahkulon (AMP) Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggelar deklarasi di tengah laut, Sabtu (8/9).

AMP sendiri merupakan kumpulan dari beberapa elemen masyarakat Desa Pangkahkulon mulai dari Akademisi, Nelayan, Petani tambak, Petani darat, Pedagang serta kalangan profesi lainnya.

“Seperti yang kita ketahui bersama di beberapa media bahwa rencana Eksplorasi minyak tersebut berada di sumur eksplorasi TKBY-2 dan Tambakboyo yang merupakan wilayah Pangkahkulon,” kata Abdul Latif perwakilan nelayan.

Kabar tersebut, tambah Latif sangat menghawatirkan beberapa elemen masyarakat utamanya nelayan dan petani tambak. Sebab, kata dia, mata pencaharian mayoritas masyarakat sangat bergantung dengan kondisi air laut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Pangkahkulon bahwa Sumber daya minyak dan Gas bumi di Pangkahkulon harus bisa memberi manfaaat dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangkahkulon,” ujar Latif.

Senada dengan latif, perwakilan dari Petambak, Moh Tamim menjelaskan, sebalum adanya pengeboran berlangsung, pihak PGN Saka harus berkoodinasi dan sosialisasi ke masyarakat

“Sehingga Kekayaan alam yang ada di Perut bumi Pangkahkulon ini benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat Pangkahkulon,” ujarnya.

Setelah melaksanakan Deklarasi di perairan Pangkahkulon, perwakilan dari AMP menuju balai desa setempat, mereka menyerahkan dokumen aspirasi yang sudah di tanda tangani bersama.

Namun karena kepala desa tidak berada di tempat akhirnya perwakilan dari AMP diterima Wakil Ketua BPD Pangkahkulon, Abdullah Hanif. Dalam kesempatan tersebut, AMP juga menyerahkan berbagai macam tuntutan.

Tuntutan tersebut antara lain, melakukan sosialisasi tatap muka terhadap elemen masyarakat yang terkena dampak langsung proyek eksplorasi minyak.

“Kemudian, meminimalkan dampak terhadap pencemaran air laut ketika eksplorasi dilakukan. Menyediakan alat yang ramah lingkungan,” tambah Hanif.

Lalu, melibatkan tenaga kerja lokal pada saat eksplorasi minyak dan memberikan kompensasi terhadap lahan yang terkena lintasan Seismic dan yang terakhir memberlakukan CSR dengan adil karena Pangkahkulon merupakan desa Penghasil minyak.

“Sebagai mitra kerja Kades kami mendukung dan menerima aspirasi dari Aliansi masyarakat Pangkahkulon, dalam waktu dekat akan kordinasi dengan Kepala Desa Pangkahkulon untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke pgn SAKA,” bebernya. (Ink)