Bertahun-tahun Hidup Was-was, Warga Seketi Balongbendo Akhirnya Bisa Bernafas Lega

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Akhirnya bisa bernafas lega Sutoyo, Toyib dan Bari selaku ketua RT. 03 RW. 06 Desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo yang juga menjadi korban pemasangan tumpukan bambu di atap rumahnya bertahun – tahun.

Atas kerjasama semua elemen baik dari Pemerintah Desa, Forkompika Kecamatan Balongbendo, DPW Investigasi LIRA Jatim, Ormas Pemuda Pancasila, Serikat pekerja KSPI KEP dan juga masyarakat sekitar, Selasa (12/1) pembongkaran tumpukan bambu diatap 3 rumah korban yang dilakukan oleh saudara Robil berhasil dilaksanakan. 

Anang ariyanto selaku PJ Kepala Desa Seketi menyampaikan perasaan senang dan puas karena setelah melalui proses yang panjang dan berbagai upaya dengan tetap memperhatikan keamanan dan menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, masalah bisa terselesaikan.

“Alhamdulillah atas dukungan semua pihak masalah pembongkaran tumpukan bambu yang dilakukan saudara Robil bisa diselesaikan hari ini dengan baik,” jelas Anang.

Aduan Permasalahannya memang sudah lama tetapi karena pertimbangan keselematan dan keamanan warga sekitar pembongkaran tumpukan bambu tersebut belum kita lakukan,” jelasnya.

“Perlu diketahui saudara Robil menurut keterangan yang saya Terima mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.

Tapi Alhamdulillah hari ini atas suport semua pihak termasuk rekan – rekan DPW Investigasi LIRA Jatim, Ormas Pemuda Pancasila dan juga SP KEP masalah bisa selesai dan tidak ada kendala apapun,” imbuhnya.

“Upaya persuasif yang dilakukan Forkompika dalam menangani permasalah Robil yang diduga mengalami gangguan jiwa berhasil dengan baik,” imbuhnya. 

Salah satu warga sekitar inisial A juga menyampaikan, kepuasaanya atas keberhasilan pemerintah Desa menyelesaikan masalah ini. “Sakno mas wes suwe masalah iki tapi gak onok tindakan,” ungkap inisial A.

“Bolak balek takok jawabane ngeteni pihak Dinas Sosial Sidoarjo gawe rehab Robil,” tambahnya. Tapi Alkhamdulillah masalahe sekarang wes mari mas ” pungkasnya.

Lain halnya dengan apa yang disampaikan Sunandar selaku penasehat DPW Investigasi LIRA Jatim, atas aduan masyarakat bersama tim kami segera menindaklanjuti salah satunya mengkorfirmasi pemerintah desa kendala – kendala apa yang menjadikan begitu susahnya pembongkaran bangunan liar tersebut. Saya juga menyesalkan adanya birokrasi pemerintah daerah yang menurut hemat kami kurang bisa segera berkordinasi dan ambil tindakan dengan keluhan yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

” Saya selaku penasehat DPW Investigasi LIRA Jatim mengucapkan terima kasih atas keterlibatan semua pihak dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” ucapnya.

“Sebagai manusia yang diberikan akal kita wajib saling peduli, kepedulian dan kebersamaan kita sangatlah diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis”,’tambahnya.

Winarno juga menambahkan peran serta organisasi kemasyarakatan dalam mensuport kinerja pemerintahan desa sangatlah diperlukan. “Inilah salah satu bentuk kepedulian Lumbung Informasi Rakyat dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (dori)