Sunday, April 14, 2024
HomeBerita BaruJatimDANA PROGRAM KIP DI SMKNU AL AMNAN LAYAK DI PERTANYAKAN

DANA PROGRAM KIP DI SMKNU AL AMNAN LAYAK DI PERTANYAKAN

BANYUWANGI, Investigasi.today – Bantuan dari pemerintah berupa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk sejumlah murid di SMKNU AL AMNAN yang terletak di desa Kebondalem kecamatan Bangorejo kabupaten Banyuwangi di sinyalir telah terjadi penyimpangan sehingga menuai protes pihak penerima bantuan serta layak di pertanyakan kegunaan dana dari program tersebut agar bisa lebih jelas serta transfaran.

Program KIP berfungsi untuk membantu anak usia sekolah dari keluarga miskin agar supaya tetap bisa mendapatkan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal serta berguna untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah dan juga untuk membantu biaya pribadi anak didik, seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku dan biaya transportasi.

Sumber mengatakan , ” Saya sudah Dua (2) kali di antar oleh guru ke Bank untuk mengambil uang bantuan dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) tapi uang tersebut semuanya ada sama guru yang mengantar saya, karena setelah menerima uang dari bank lantas mereka mengatakan kalau uangnya tersebut untuk bayar biaya sekolah, padahal kekurangan saya cuma sebesar Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk bayar SPP sama seragam sedangkan saya dapat bantuan sebesar Rp 2.000.000 (Dua Juta Rupiah) “.ujarnya.

” Bantuan yang pertama saya di antar sama pak Soleh dan pak Rosyid untuk ambil uang ke Bank BRI Pedotan kecamatan Bangorejo sebesar Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) lalu uangnya saya serahkan kepada mereka, selanjutnya bantuan yang ke dua di antar sama pak Azis untuk mengambil uang ke Bank BRI Jajag juga sebesar Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) lalu uangnya saya serahkan ke pak Azis jadi jumlah uangnya semua sebesar Rp 2.000.000 ( Dua Juta Rupiah ), Namun hingga kini tidak ada kejelasan tentang uang tersebut dan saya juga tidak di kasih rincianya, sa’at ini mereka sudah tidak lagi mengajar di tempat saya sekolah “, ungkapnya.

Kepala sekolah SMKNU AL AMNAN yang baru menjabat ketika di temui awak media mengatakan, ” Saya menjabat di sini baru beberapa hari namun agar supaya bisa lebih jelas sebaiknya mereka di temui terlebih dahulu “, ujarnya sambil memberikan nomor Handphone milik Azis, Rosyid dan Imam Tauhid yang kini semua guru tersebut sudah tidak lagi mengajar.

Mantan Kepala sekolah bernama Imam Tauhid yang bertempat tinggal di Cluring sempat menjabat selama hampir Dua (2) tahun namun ketika di hubungi melalui telepon seluler untuk konfirmasi tidak mau mengangkat panggilan dan ketika akan di temui hanya memberikan balasan berupa SMS ” Ma’af Nggak Bisa Pak “.jawabnya.

Rosyid merupakan mantan seorang guru yang sempat mengajar di bidang automotive selama hampir Dua (2) tahun yang kini sudah beralih profesi serta bertempat tinggal tak jauh dari sekolah tersebut di sa’at di temui mengaku, “Saya bersama Soleh dulu memang pernah mengantar ada sekitar Enam (6) anak murid untuk mengambil uang ke Bank dan uang tersebut kalau mereka yang kelas Dua (2) untuk bayar administrasi sekolah dan kalau mereka yang kelas Tiga (3) untuk biaya Ujian Nasional “.ujarnya.

Azis ketika di hubungi melalui telepon seluler justru enggan menerima panggilan padahal sebelumnya mau menerima panggilan, serta Soleh yang kini sudah tidak lagi mengajar di sekolah sejak peristiwa tersebut hingga berita ini telah beredar masih belum bisa di temui, maka sangat di harapkan kepada segenap jajaran pihak yang terkait agar supaya bisa mengambil langkah demi untuk tertibnya suatu peraturan terlebih dalam program tersebut sangat berguna untuk membantu masyarakat miskin dan masa depan generasi penerus bangsa.
(widodo)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -











Most Popular