Thursday, July 25, 2024
HomeBerita BaruJatimDarurat Narkoba, Anak-anak Muda di Desa Pantura Indramayu Banyak Kecanduan Tramadol

Darurat Narkoba, Anak-anak Muda di Desa Pantura Indramayu Banyak Kecanduan Tramadol

Karawang, Investigasi.today Fenomena penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang tak hanya marak terjadi perkotaan. Tapi juga sudah menjalar hingga ke desa-desa. Bukan hanyak jenis narkoba sabu, ekstasi, atau ganja tapi obat-obatan jenis G yang konsumsinya disalahgunakan. 

Selain terjadi di sejumlah desa-desa di kawasan Kabupaten Karawang, fenomena kecanduan obat terlalrang jenis eximer dan tramadol juga marak di kawasan desa yang ada di jalur pantai utara (pantura). Salah satunya desa Eretan, Indramayu. 

Nanang Toryani salah satu warga Eretan menuturkan, fenomena penggunaan obat-obat terlarang itu marak terjadi di anak-anak muda desa. Penggunannya rata-rata ABG. Tak hanya laki-laki tapi juga banyak anak remaja putri yang meminumnya. 

“Ini sebetulnya sudah sangat meresahkan, karena mereka yang mengonsumsinya banyak juga yang masih sekolah. Padahal sudah banyak yang sakit dan meninggal karena obat-obatan,” tuturnya.

Tak hanya kalangan ABG. Tramadol juga banyak dikonsumsi oleh orang-orang tua. Pasalnya, selain murah, obat yang dikenal juga dengan sebutan PCC (Paracetamol Caffein Cariprodol) atau yang biasa disebut Carisoprodol generiknya. Patennya yang tenar juga biasa disebut Somadril. 

“Ya penggunanya dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda, tukang beca hingga pegawai pemerintahan. Awalnya mereka penasaran mencoba karena penuturan dari orang yang udah kecanduan. Lama-lama ikut kecanduan juga,” tutur salah satu pemuda Eretan yang bisa disapa Jabal itu.  

Karena itu, Jabal berharap, ada tindakan yang tegas dari aparat desa dan kepolisian untuk menangkap pengedarnya dan memberikan sosialisasi bahaya dari Tramadol itu. 

“Jangan terkesan dibiarkan dan seolah-olah obat ini tidak berbahaya,” tegasnya. 

Sebelumnya, sebuah kisah mengerikan terkuak di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Kepala Desa setempat, Endang Macan Kumbang, mengungkapkan bahwa ratusan warganya, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga nenek-nenek, terjerat kecanduan obat terlalrang, jenis eximer dan tramadol.

Endang menuturkan, semua berawal saat dirinya menerima laporan dari warga bahwa di desanya yang menyebutkan ada seorang bandar narkoba yang bebas beroperasi. Si bandar tersebut dikabarkan dengan santainya menjual barang-barang terlarang seperti eximer dan tramadol.

Mendengar hal itu, Endang tidak tinggal diam, ia segera melakukan investigasi mendalam dan menemukan bahwa laporan tersebut benar adanya. Penangkapan tersebut berhasil mengamankan sejumlah obat-obatan terlarang dari tangan bandar tersebut.

Namun, hal yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa pelaku menjual obat-obatan terlarang ini kepada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak SD dan bahkan para lansia.

Modus penjualan awalnya dilakukan dengan menawarkan obat-obatan tersebut secara gratis, dengan klaim bahwa obat-obatan tersebut dapat meningkatkan stamina dan semangat kerja.

“Awalnya modusnya menawarkan gratis. Katanya obat ini bisa jadi doping supaya semangat kerja,” ujar Endang.

Cerita ini pun menyebar dengan cepat melalui mulut ke mulut di kalangan para petani. Banyak dari mereka yang akhirnya tergoda untuk mencoba obat tersebut sebelum melakukan aktivitas pertanian mereka.

Akibatnya, sekitar 150 warga Desa Mulyajaya yang beragam usia mengakui bahwa mereka telah kecanduan obat-obatan terlarang tersebut. Situasi ini menjadi semakin serius ketika kades Endang mengadakan pertemuan darurat dengan seluruh warga di aula desa.

Pertemuan tersebut melibatkan warga dari berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga lansia. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana lebih dari 150 orang mengakui keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan obat tramadol.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemdes Mulyajaya telah mengeluarkan peraturan desa (Perdes) nomor 03 tahun 2013 yang melarang segala bentuk perjudian, perilaku zinah, keadaan mabuk, serta konsumsi obat terlarang dan narkotika.

Diketahui, Tramadol biasa digunakan dari segi medis sebagai obat antinyeri atau antidepresan. Obat itu tidak seharusnya dikonsumsi secara bebas. Biasanya digunakan untuk pasien-pasien kecelakaan berat atau setelah operasi. Selain itu,  dokter juga meresepkan obat ini untuk relaksasi otot (otot tegang). Sebab, obat ini bekerja pada jaringan saraf dan otak yang mampu merilekskan otot. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular