Diduga Gratifikasi, Pemberi dan Penerima Mobil Ambulance Terancam di Polisikan

0


Teks Foto ; Mobil Ambulance Di Pemdes Temuasri Yang Diduga “Beraroma” Gratifikasi

BANYUWANGI,investigasi.today — Lantaran keberadaan Mobil Ambulance di Pemdes Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi diduga “Beraroma” Gratifikasi LSM PENJARA-RI bakal melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib (Kepolisian).

Ketua umum LSM.PENJARA-RI, E.Palgunadi,Spd mengatakan, ” Terkait dengan Mobil Ambulance tersebut kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib (Kepolisian) karena ada dugaan Gratifikasi “, katanya.

Di beritakan sebelumnya salah satu kandidat akrab di sapa “Narti” yang nantinya bakal mencalonkan diri pada Pilkades di Desa Temuasri 2019 mendatang telah menghibahkan sebuah mobil APV yang diperkirakan senilai hingga mencapai Ratusan Juta Rupiah kepada Pemdes Temuasri untuk di pergunakan sebagai Mobil Ambulance dan Hal ini mengundang reaksi prokontra di masyarakat.

Menurut Palgunadi, ” Ada indikasi keberpihakan Pemdes Temuasri dengan Modus dan “Akal bulusnya”, Gratifikasi tidak serta merta bisa di balut dengan modus Hibah. Sebagai social kontrol kami tetap mengacu pada tendensi dan waktu pemberian hibah yang kami nilai waktunya tidak tepat karena saat ini menjelang Pilkades sudah di depan mata”, imbuhnya.

” Selain itu kita sudah melakukan investigasi atas legalitas kedudukan hibah atas Ambulance tersebut tidak ada berita acara penyerahan dan di lakukan pada malam hari, ini suatu bukti dugaan keberpihakan pejabat pemdes Temuasri yang terstruktur dan terencana dengan rapi”,imbuhnya.

“Seharusnya pejabat Pemdes Temuasri bersifat Demokratis dan tidak memihak pada salah satu calon kades karena Hal ini bisa memicu polemik politik yang berkembang di masyarakat, Kasihan bagi Calon kades lain yang tidak punya kemampuan financial. Dugaan keberpihakan Pemdes mencederai politik demokrasi kita “,terangnya.

” Pemdes Temuasri bisa meliuk-liuk dengan berbagai modus dan “akal bulus” menghindari Gratifikasi tapi perlu di catat kami memiliki data akurat tentang dugaan penyimpangan pengalokasian Dana Desa fiktif yang dilakukan oleh Pejabat Pemdes Temuasri”, pungkas Palgunadi.

Pemdes Temuasri tidak menutup kemungkinan ikut terseret hukum dan terancam turut di Polisikan atas pemberian Ambulance oleh “Narti” salah satu kandidat bakal Calon Kades Temuasri yang “Beraroma” politik pencitraan jelang Pilkades 2019 mendatang dengan berbagai strategi “akal bulus” untuk meraih simpati masyarakat Dan untuk menghindari Gratifikasi salah satu cara dengan menggunakan teori Hibah. (Widodo)