Thursday, April 16, 2026
HomeBerita BaruJatimGresik Tunjukkan Taring Investasi: KEK, Pelabuhan, dan SDM Terampil Jadi Magnet Global

Gresik Tunjukkan Taring Investasi: KEK, Pelabuhan, dan SDM Terampil Jadi Magnet Global

Gresik, Investigasi.today – Kabupaten Gresik kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak investasi di Jawa Timur. Hal ini terlihat dalam kunjungan lapangan peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri, Kamis (16/04), yang menjadikan Gresik sebagai laboratorium nyata pembelajaran diplomasi ekonomi berbasis daerah.

Bertempat di Mustikarasa Cafe, rombongan peserta disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman dan jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam paparannya, Bupati Yani menekankan bahwa kekuatan Gresik bukan muncul secara instan, melainkan dibangun dari fondasi sejarah, perencanaan matang, dan keberanian mengoptimalkan potensi wilayah.

“Gresik mungkin bukan kota besar seperti Surabaya. Tapi dari sinilah kekuatan itu dibangun—berangkat dari tata ruang yang jelas dan pemahaman potensi daerah. Sejak dulu Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, dan hari ini kita lanjutkan dalam bentuk kawasan industri modern dan KEK,” ujarnya.

Keunggulan tersebut diperkuat oleh keberadaan belasan pelabuhan aktif serta kawasan industri strategis seperti JIIPE, Kawasan Industri Gresik (KIG), dan kawasan industri Maspion. Kombinasi ini menjadikan Gresik sebagai simpul penting rantai pasok industri di Jawa Timur, sekaligus bagian vital kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.

Menurut Bupati Yani, integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki daerah lain.

“Di Gresik, efisiensi itu nyata. Kapal besar bisa langsung bersandar, bahan baku masuk tanpa hambatan, dan produk siap ekspor. Ini keunggulan kompetitif yang kuat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai instrumen strategis dalam menarik investasi global. Berbagai insentif fiskal, termasuk pengurangan pajak daerah hingga fasilitas tax holiday, menjadi daya tarik utama bagi investor.

“Memberikan stimulus, bahkan hingga 50 persen, bukan kerugian. Ini investasi jangka panjang untuk mendatangkan industri besar dan membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Data menunjukkan, dalam enam tahun terakhir Gresik menyumbang investasi sebesar Rp29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total realisasi investasi Jawa Timur—sebuah angka yang menegaskan peran sentral daerah ini dalam peta ekonomi regional.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Gresik juga menunjukkan pemulihan yang solid dengan capaian 4,91 persen pada 2025, disertai penurunan tingkat pengangguran dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025.

Namun, Bupati Yani mengingatkan bahwa masa depan investasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Ke depan, yang dicari bukan sekadar tenaga kerja, tapi tenaga kerja terampil. Karena itu, kami dorong pendidikan vokasi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Upaya tersebut kini diwujudkan melalui penguatan ekosistem SDM, mulai dari penyelarasan kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi, hingga kolaborasi erat dengan dunia usaha.

Selama kunjungan, para peserta Sesdilu dijadwalkan berdiskusi dengan perangkat daerah serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk menggali lebih dalam ekosistem investasi Gresik. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan industri terintegrasi JIIPE guna melihat langsung implementasi kawasan industri berbasis pelabuhan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Khasan Ashari, mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan Gresik sebagai lokasi pembelajaran lapangan.

“Kunjungan ini sangat penting untuk memperkaya perspektif peserta dalam memahami dinamika pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 14 peserta Sesdilu merupakan aparatur Kementerian Luar Negeri berpengalaman, termasuk yang pernah bertugas di perwakilan RI di luar negeri. Melalui kunjungan ini, mereka diharapkan mampu menerjemahkan potensi daerah menjadi narasi diplomasi ekonomi yang konkret.

“Diplomasi ekonomi tidak bisa hanya berbasis teori. Harus melihat langsung bagaimana investasi, industri, dan potensi daerah itu berjalan,” jelasnya.

Menurutnya, Gresik merupakan contoh kuat kawasan industri terintegrasi yang layak dipromosikan di tingkat global.

“Ke depan, potensi Gresik bisa menjadi bagian penting dalam promosi ekonomi Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular