Tuesday, September 1, 2026
HomeBerita BaruJatimGress One U-13 dan U-15 Bawa Nama Gresik ke Piala Soeratin, Seberapa...

Gress One U-13 dan U-15 Bawa Nama Gresik ke Piala Soeratin, Seberapa Kuat Regenerasi Sepak Bola Daerah?

Gresik, Investigasi.today – Regenerasi menjadi kunci agar sepak bola Gresik tak berhenti pada prestasi hari ini. Dari lapangan desa, sekolah sepak bola hingga kompetisi kelompok umur, talenta-talenta muda harus terus diberi ruang untuk tumbuh, ditempa dan naik kelas.

Misi itulah yang kini dibawa Gress One U-13 dan U-15 ke ajang Piala Soeratin 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dua tim muda tersebut resmi dilepas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa (1/9/2026). Mereka dijadwalkan mulai bertanding pada Rabu (2/9/2026).

Keikutsertaan Gress One bukan sekadar soal mengejar kemenangan. Kompetisi ini menjadi panggung penting bagi pemain muda Gresik untuk menguji kemampuan, membangun mental bertanding sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di level Jawa Timur.

Bupati Yani menegaskan, keberanian anak-anak Gresik tampil di Piala Soeratin sudah menjadi capaian yang patut diapresiasi.

“Kalian sudah sangat membanggakan. Bisa mengikuti Piala Soeratin dan mewakili Kabupaten Gresik di tingkat Jawa Timur saja sudah merupakan sesuatu yang membanggakan,” ujar Yani.

Namun, kebanggaan tersebut harus dibarengi dengan disiplin. Dengan kompetisi yang berlangsung sekitar satu pekan dan pertandingan digelar setiap dua hari, kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor penting.

Yani meminta para pemain menjaga pola istirahat, asupan makanan serta mengikuti seluruh instruksi pelatih dan manajemen.

Sebab, menurutnya, prestasi tidak pernah lahir secara instan. Di balik seorang atlet yang mampu tampil di level tinggi, ada proses panjang yang dibangun melalui kedisiplinan.

“Tidak ada atlet yang sukses secara instan. Atlet yang sukses itu karena kedisiplinan. Kedisiplinan yang panjang,” tegasnya.

Pesan tersebut juga berlaku di dalam lapangan. Sepak bola bukan permainan individual. Sebagus apa pun kemampuan seorang pemain, kemenangan membutuhkan kekompakan seluruh tim.

Karena itu, Bupati Yani meminta para pemain mengesampingkan ego dan menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih.

“Kalian harus bisa bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan apa yang diarahkan pelatih,” katanya.

Dari Lapangan Desa, Menembus Kompetisi Jawa Timur

Piala Soeratin menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pembinaan pemain usia muda. Sebab, regenerasi tidak mungkin dibangun secara instan hanya ketika sebuah kompetisi digelar.

Prosesnya dimulai jauh sebelumnya.

Lapangan sepak bola di desa-desa menjadi salah satu ruang awal bagi anak-anak Gresik untuk mengenal olahraga ini. Dari sana, bakat kemudian dapat berkembang melalui sekolah sepak bola, klub, kompetisi usia dini hingga jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Rantai pembinaan semacam itu menjadi fondasi agar sepak bola Gresik tidak hanya melahirkan prestasi sesaat, tetapi juga mampu mencetak generasi pemain baru secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Piala Soeratin bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Bagi pemain U-13 dan U-15, setiap pertandingan adalah proses menempa mental, membaca permainan, membangun karakter dan mengukur sejauh mana kemampuan mereka berkembang.

Bupati Yani pun berharap pengalaman selama berada di Jember menjadi bekal penting bagi para pemain untuk terus berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih karena kalian telah membawa nama Kabupaten Gresik ke tingkat Jawa Timur. Saya doakan U-13 dan U-15 sukses di Piala Soeratin 2026. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan hasil terbaik,” ujar Yani.

Dukungan Jadi Suntikan Semangat

Manajer Gress One, Khoriri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap tim yang akan berlaga di Jember.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi pemain dan seluruh tim untuk tampil maksimal serta membawa nama Gresik dalam kompetisi tingkat Jawa Timur.

“Atas nama manajemen dan seluruh tim, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan dan perhatian yang diberikan selama ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk berjuang membawa nama baik Kabupaten Gresik di tingkat Jawa Timur,” ujar Khoriri.

Kini, dua tim muda Gress One tinggal menunggu peluit pertama di Jember.

Di usia yang masih belia, mereka bukan hanya membawa seragam dan nama klub. Mereka membawa nama Gresik, sekaligus membawa harapan bahwa dari kaki-kaki muda inilah regenerasi sepak bola daerah terus bergerak.

Menang adalah target. Tetapi proses, mental dan lahirnya generasi baru sepak bola Gresik adalah misi yang jauh lebih panjang. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular