Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaGubernur Komitmen Kawal Pancasila

Gubernur Komitmen Kawal Pancasila

Surabaya,Investigasitop.com- Gubernur Jawa
Timur, Dr. H. Soekarwo berkomitmen untuk terus mengawal Pancasila dan siap
menindak tegas siapapun yang mencoba melanggar atau menolak
Pancasila, serta yang mencoba memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI).
“Saya
Soekarwo, Gubernur Jawa Timur akan terus mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan
Bhineka Tunggal Ika agar selalu menjadi bagian dalam pandangan hidup berbangsa
dan bernegara, serta sebagai konstitusi atau Undang-Undang yang berlaku di
Indonesia”
         
Komitmen itu
disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat diwawancarai
wartawann seusai Upacara Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun
2017 yang mengambil tema “Saya Indonesia, Saya Pancasila” di Gedung Negara
Grahadi Surabaya, Kamis (1/6).
Pakde Karwo
mengatakan, Pancasila adalah konstitusi NKRI. Pancasila merupakan pandangan
hidup, kemudian menjadi filosofi negara ini. Karena itu, pembentuk
undang-undang memasukkannya dalam Pembukaan UUD 1945. Jadi siapapun yang
melanggar Pancasila, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Pancasila,
lanjut Pakde Karwo, dilahirkan melaluisebuah proses yang panjang  yang diinisiasi oleh para founding fathers bangsa ini. Diawali dengan rumusan Pancasila
tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22
Juni 1945, dan rumusan Final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.
“Pancasila
lahir dari kultur bangsa kita yang Bhineka Tunggal Ika, kemudian sepakat bahwa
lima sila didalamnya adalah bagian dari keyakinan beragama dan kultur, salah
satunya musyawarah mufakat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Artinya, kesepakatan budaya menjadi kesepakatan politik atau konstitusi”
lanjutnya.
Jatim Siapkan Perda Ketaatan terhadap
Konstitusi
Guna
memperkuat ketaatan terhadap konstitusi negara, Pakde Karwomendukung langkah
DPRD Jatim yang saat ini sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang
ketaatan terhadap konstitusi negara. Mekanisme penyusunan Perda tersebut adalah
lewat Focus Group Discussion (FGD).
Dalam FGD
itu, DPRD Jatim juga mengundang pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, TNI
dan Polri untuk menyatukan persepsi membendung paham anti Pancasila.
“Pembentukan perda manjadi langkah penting untuk mengantisipasi gangguan
keamanan yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila” kata Pakde Karwo.
Diharapkan
melalui FGD tersebut akan diperoleh masukan-masukan, langkah konkrit dan
kesepahaman yang agar kerukunan antar warga masyarakat tidak terganggu,
ketenteraman dan ketertiban umum terwujud, serta tidak terjadi diskriminasi
terhadap suku, agama dan kepercayaan, ras antar golongan dan gender.
Presiden Ajak Seluruh Pihak Jaga Pancasila
Dalam
sambutan yang dibacakan Pakde Karwo, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meminta
seluruh pihak untuk menjaga Pancasila. Peran aktif dari pemerintah, tokoh
agama, tokoh masyarakat, swasta, pers, guru, netizen, TNI dan Polri dan seluruh komponen masyarakat sangat
dibutuhkan untuk menjaga Pancasila.
Pentingnya
menjaga Pancasila,lanjut Pakde Karwo, karena saat ini kehidupan berbangsa dan
bernegara kita sedang mengalami banyak tantangan dan ujian. Terdapat pandangan
dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita.Pemahaman dan
pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus
ditingkatkan
“Ada sikap
tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila, kemudian ditambah
penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan berita palsu (hoax). Kita perlu belajar dari
pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, dan
terorisme. Kita bisa menghindarinya dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai
NKRI dan Bhineka Tunggal Ika” katanya.
Masih menurut
Jokowi, komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan kuat.
Diantaranya mellaui Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja
Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga baru ini ditugaskan untuk
memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-.
“Tidak ada
pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai
dengan Pancasila. Mari satukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan
persaudaraan. Kita kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa
gotong royong dan toleran demi kemajuan Indonesia” pungkasnya.
Upacara pada
hari itu dihadiri oleh istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo,
Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf beserta istri, Dra. Hj.
Fatma Saifullah Yusuf, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad
Sukardi beserta istri, Ny. Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos, Wakil
Ketua DPRD Jatim, Sunario, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam
V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, serta para pejabat di lingkungan
Pemprov Jatim.
Sementara
pasukan upacara terdiri dari 1 Unit Korps Musik Satpol PP Pemprov Jatim, 1
kompi Taruna AAL, 1 kompi gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, 1 kompi Polri, 1
kompi KOPRI PNS Pemprov Jatim, 1 kompi mahasiswa gabungan, 1 pleton organisasi
kepemudaan bela negara, 1 pleton Tagana,1 pleton anggota Paskibra Jatim, 1
kompi SMK Ipiems Surabaya, 1 kompi SMA Hang Tuah Surabaya, dan 1 kompi Pramuka
Kwarda Jatim. Para pasukant tersebut dibawah komando komandan upacara, Letnan
Kolonel (Kes) Wahyudi Purnomo, S.Pd (Kepala Seksi Keamanan Pertahanan &
Pangkalan Lapangan Udara Surabaya).  (HPO)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular