Saturday, June 27, 2026
HomeBerita BaruJatimHaul ke-86 KH Zainal Abidin, Ratusan Jamaah Padati Bungah Gresik untuk Meneladani...

Haul ke-86 KH Zainal Abidin, Ratusan Jamaah Padati Bungah Gresik untuk Meneladani Jejak Ulama Perintis

Gresik, Investigasi.today – Ratusan jamaah memadati kawasan Pondok Pesantren Zainal Abidin, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, dalam puncak peringatan Haul Masyayikh pendiri dan pengasuh pesantren, Jumat (26/6/2026). Momentum spiritual tahunan ini menjadi ajang memperkuat ikatan sanad keilmuan sekaligus meneladani perjuangan para ulama perintis yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam di wilayah Gresik Utara.

Haul yang telah menjadi tradisi turun-temurun tersebut tidak sekadar diisi dengan doa bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang dedikasi, pengabdian, serta cita-cita besar para masyayikh dalam membangun generasi berilmu dan berakhlak.

Rangkaian kegiatan haul berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (25-26 Juni 2026). Sejak pagi, para kiai pengasuh pesantren, alumni, santri, tokoh masyarakat, kepala desa, anggota DPRD Gresik, hingga warga dari berbagai daerah berdatangan mengikuti puncak acara yang digelar di depan Gedung Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah.

Alumni Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah, Agus Abdul Muiz, mengatakan bahwa para muassis pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam yang patut dijadikan teladan bagi generasi saat ini.

“Haul ke-86 KH Zainal Abidin ini menjadi momentum untuk meneladani sejarah perjuangan dakwah beliau. Harapannya, nilai-nilai perjuangan tersebut terus hidup, diwariskan, dan diamalkan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Menurut Muiz, KH Zainal Abidin dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam perkembangan dakwah Islam di wilayah Gresik Utara, khususnya Desa Bungah. Beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Zainal Abidin yang estafet kepemimpinannya kemudian dilanjutkan oleh Kiai As’ad Thohir dan saat ini diasuh oleh KH Muhammad Ali Musthofa.

“Beliau merupakan sosok ulama yang sangat kharismatik. Bahkan berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, suara adzan beliau dahulu dapat terdengar hingga wilayah Ngawen. Beliau juga melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi tokoh dan ulama di berbagai daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bungah, Subakir, mengapresiasi terselenggaranya haul para masyayikh Pondok Pesantren Zainal Abidin. Menurutnya, keberadaan pondok pesantren di Desa Bungah selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.

“Alhamdulillah, Desa Bungah memiliki banyak pondok pesantren yang berperan besar dalam membangun keilmuan dan spiritualitas masyarakat. Kehadiran pesantren ikut menjaga kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan kondusif,” tuturnya.

Puncak haul turut dihadiri puluhan kiai pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat se-Kecamatan Bungah, anggota DPRD Gresik Husnul Fiqhan, serta ratusan warga dari Desa Bungah maupun daerah sekitar.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, Haul Masyayikh Pondok Pesantren Zainal Abidin menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama tidak boleh berhenti sebatas dikenang. Warisan keilmuan, keteladanan, dan semangat pengabdian mereka harus terus dirawat agar tetap menjadi cahaya bagi generasi masa depan. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular