Isra Mi’raj Bangun Kerukunan dan Memperkokoh Persatuan

0


JAKARTA, Investigasi.today – Dalam peristiwa Isra Mi’raj Nabi Agung Muhammad SAW, diceritakan bahwa Baginda Nabi diperlihatkan keadaan penghuni neraka.

Ada sekelompok pemghuni neraka yang disiksa dengan cara dipotong lidahnya. Tumbuh lagi, dipotong lagi, tumbuh lagi dipotong lagi. Begitu seterusnya.

Baginda bertanya kepada malaikat Jibril AS, “Ya Jibril, siapa mereka, mengapa mereka disiksa sedemikian rupa?”

Jibril menjawab, “Ya Rasulullah, mereka adalah umat mu (kaum muslim) yang ketika hidup di dunia tidak bisa mengendalikan lidahnya”.

“Mereka suka memfitnah, menggibah (menyebar kejelekan orang lain), menebar kebencian, mengadu domba dan seterusnya, “lanjut Jibril.

Memang benar, dari lidah (termasuk tulisan) dapat berujung permusuhan, perpecahan dan kekacauan. Maka wajar jika mereka yang suka menebar fitnah dan permusuhan akan mendapatkan siksaan yang pedih.

Di tengah hiruk pikuk kontestasi politik di Indonesia tahun ini, mari kita bersama menjaga lisan dan jari kita.

Hindari penyebaran hoaks, berita palsu, fitnah, ujaran kebencian dan isu SARA.

Kita jaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan karena ambisi politik sesaat mengorbankan tali persaudaraan dan silaturrahmi sesama kaum muslim dan sesama anak bangsa. Jaga Indonesia, Jaga Negeri Tercinta, Jakarta, 3 April 2019 / 27 Rajab 1440 H.

Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi, Kapolda Metro Jaya /Kasatgas Nusantara.(Kud)