Wednesday, April 22, 2026
HomeBerita BaruNasionalSIG Perluas Cengkeraman: INTERCEM Asia Jadi Pintu Masuk Ekspansi Global

SIG Perluas Cengkeraman: INTERCEM Asia Jadi Pintu Masuk Ekspansi Global

Jakarta, Investigasi.today – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tak sekadar hadir di INTERCEM Asia 2026—perusahaan pelat merah ini menjadikannya panggung strategis untuk membuka kran kolaborasi global sekaligus mempercepat inovasi bahan bangunan berkelanjutan.

Lewat forum “Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future”, SIG menegaskan arah transformasinya: dari pemain semen konvensional menuju perusahaan bahan bangunan yang customer-centric dan bernilai tambah tinggi.

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, mengungkapkan peluang besar yang masih terbentang di industri ini. Menurutnya, semen baru menyumbang sekitar 11% dari total biaya material konstruksi. Artinya, masih ada 89% pasar bahan bangunan lain yang bisa digarap.

“Dengan jaringan distribusi terbesar dan terkuat, SIG punya modal untuk masuk lebih dalam. Kami bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven melalui inovasi produk derivatif,” tegasnya.

Langkah itu bukan sekadar wacana. SIG tancap gas dengan memperkuat efisiensi energi dan memperluas praktik keberlanjutan. Digitalisasi, kolaborasi rantai pasok, hingga pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti biomassa, RDF, dan limbah industri terus didorong. Di sisi lain, energi terbarukan juga dikembangkan melalui panel surya dan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Hasilnya mulai terlihat. Pada 2025, tingkat substitusi energi panas SIG naik menjadi 9,77%, sementara emisi Gas Rumah Kaca berhasil ditekan signifikan—turun 21% untuk cakupan 1 dan 15% untuk cakupan 2 dibanding baseline.

Semua itu ditopang oleh empat pilar utama transformasi: inovasi produk berkelanjutan, kemitraan strategis, keunggulan rantai pasok, serta optimalisasi digital dan teknologi.

Bagi SIG, INTERCEM Asia 2026 bukan sekadar forum diskusi. Ini adalah pintu masuk untuk memperluas kemitraan lintas negara—dari produsen, pemasok, hingga penyedia teknologi—demi mempercepat transformasi industri.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menegaskan bahwa sektor semen dan mineral nonlogam terus menunjukkan kinerja positif. Pada 2025, sektor ini tumbuh 6,16%, dengan investasi mencapai Rp25 triliun, ekspor USD1,79 miliar, dan menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja.

“Indonesia terbuka untuk kolaborasi global guna mendorong industri yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan. INTERCEM Asia menjadi platform penting untuk memperkuat kemitraan dan mempercepat inovasi,” ujarnya.

Dengan strategi agresif dan pijakan keberlanjutan, SIG tak hanya membidik pertumbuhan—tapi juga ingin memimpin arah baru industri bahan bangunan di tingkat regional hingga global. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular