Wednesday, April 17, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaJEC Harus Miliki Ilmu Entrepreneurship

JEC Harus Miliki Ilmu Entrepreneurship

Surabaya,Investigasitop.com- Journalist Entreprenur Community (JEC) harus memiliki ilmu entrepreneurship atau kewirausahaan.
Ilmu tentang menjadi pengusaha yang baik ini digunakan untuk mengetahui
kebutuhan pasar, perhitungan risiko, ataupun cara pemasaran yang baik sebuah
produk.
           
“Semua orang ingin menjadi pengusaha, tetapi tidak
semua orang mempunyai ilmu bagaimana menjadi pengusaha yang baik. Usaha itu ada
ilmunya. Bisa saja berwirausaha tanpa ilmu atau pelatihan. Namun pasti akan
tidak bisa menghitung risiko lebih baik,” ujar Wagub Jatim Drs. H. Saifullah
Yusuf dihadapan mahasiswa dan JEC
saat Pelatihan Manajemen Keuangan dan Marketing untuk JEC di STIE Perbanas Surabaya, Kamis (4/5).
Menurutnya, seorang pengusaha harus memahami pasar
dengan baik. Dengan memahami pasar, maka bisa mengetahui kebutuhan atau
kesulitan konsumen. Karena kesulitan konsumen itulah merupakan peluang besar
bagi pengusaha.  Setelah paham pasar,
maka berilah produk sesuai pasar yang berkualitas.
“Lihat saja facebook, google, atau alibaba yang
ingin memberikan solusi bagi kesulitan orang lain. Jadi lihat pasar butuhnya
apa, defisinisikan dengan baik apa yang dibutuhkan. Baru kemudian produk
tersebut dipasarkan,” kata Gus Ipul, sapaan lekat Wagub Jatim.
Menurutnya, dengan diadakannya pelatihan manajemen
keuangan dan marketing, maka bisa memberikan pengetahuan yang positif bagi jurnalis
yang ingin membuka atau mengembangkan usaha.
“Luar biasa, para jurnalis yang minat jadi pengusaha
diundang dan diajak mengikuti pelatihan. Ini membuka kesempatan pengusaha jadi
andalan untuk mengatasi kesenjangan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat,” jelasnya.
Gus Ipul juga berharap melalui kegiatan ini dapat
memunculkan pengusaha-pengusaha baru yang dapat mendorong perekonomian di
Jatim. “Jadilah pemenang dan tuan rumah di rumah sendiri dengan munculnya
entrepreneur-entrepreneur baru. Pada Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA ini, kita
jangan sampai menjadi pasar.,” imbuhnya.

Jumlah peserta yang mengikuti
pelatihan ini sebanyak 30 orang dari JEC. Seusai acara pembukaan, peserta
memamerkan produk-produk yang dipasarkannya. Sebagai contoh, celana dengan
bahan dari sarung kotak-kotak, siomay, wedang uwuh dalam kemasan minum, nasi
kotak Madura, dan beberapa usaha lainnya ikut ditampilkan. (Humas/yit/Gd)                        
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -











Most Popular