Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaDekati Masyarakat, Samsat Jatim Kenalkan Layanan “Judes”

Dekati Masyarakat, Samsat Jatim Kenalkan Layanan “Judes”

Surabaya, Investigasitop.com- Untuk
memperluas jangkauan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, Kantor
Bersama Samsat Jawa Timur mengenalkan layanan Samsat
Jujug Desa (Judes). Model pelayanan satu-satunya di Indonesia
ini dipaparkan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dalam Kompetisi Inovasi
Pelayanan Publik Tahun 2017 di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi di Jakarta, Kamis (4/5). 
Di
depan para panelis, diantaranya JB. Kristiadi (mantan Ketua LAN), Siti Zuhro
(peneliti LIPI), Refly Harun (pakar hukum), dan Tulus Abadi (Ketua YLKI), Pakde
Karwo, sapaan akrab Soekarwo menjelaskan detil model layanan Samsat Judes.
Menurutnya, Samsat Judes adalah layanan
inovasi baru yang diterapkan di lingkup pelayanan Kantor Bersama Samsat Jombang. Bentuk
layanan ini menjadi bagian dari strategi
reformasi birokrasi pelayanan publik di Jatim, yang bertujuan
mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga
ke pelosok
desa.
Pelayanan Samsat Judes dilakukan di kantor/balai desa dalam
waktu 6 hari seminggu. Harapannya,
layanan ini bisa meringankan beban waktu,
biaya dan tenaga masyarakat. Di sisi lain, layanan ini lebih
efisien, baik dari aspek biaya, petugas, maupun penyediaan
sarana dan prasarana.
Pelayanan publik semacam itu, kata Pakde Karwo, merupakan
penerapan dari model pelayanan publik Citizen
Charter.
Artinya, pelayanan yang diberikan sesuai dengan kesepakatan antara yang dilayani (masyarakat)
dan yang melayani
(pemerintah).
Berdasarkan
evaluasi yang dilakukan, model layanan publik
seperti ini ternyata sangat digemari. Masyarakat merasa terbantu dan lebih dihargai karena sebagai
wajib pajak mereka tidak perlu
datang ke tempat membayar pajak yang biasanya jauh. Namun sebaliknya, mereka
justru didatangi oleh petugas. “Inilah yang
menjadi komitmen kami untuk terus mewujudkan
pelayanan publik yang bersih, efektif, efisien dan ekonomis,”
ujarnya.
Pakde Karwo menambahkan, awal
mula konsep layanan Samsat Judes ini muncul, didasari oleh kondisi demografi
masyarakat Jombang. Berdasar data, 53%
masyarakat Jombang berprofesi sebagai petani dan pedagang. Sementara 85% populasi kendaraan bermotor berada di
pedesaan, dengan
89% diantaranya berupa kendaraan
roda dua. “Peluang inilah yang kami tangkap sebagai inovasi pelayanan
publik,” imbuhnya.
Masih
menurut Pakde Karwo, ke depan, pihaknya akan terus berinovasi untuk
meningkatkan pelayanan publik, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa. “Bentuk pelayanan sampai ke pelosok desa inilah yang menjadikan negara hadir untuk
melayani. Samsat Judes adalah solusi pelayanan Samsat bagi masyarakat
pedesaan,” kata Pakde Karwo meyakinkan panelis.
Sementara
itu, panelis dari LIPI Prof Siti Zuhro menilai Jatim tersebut merupakan salah
satu terobosan dari bentuk pelayanan birokrasi agar tidak stagnan. Pemprov
Jatim menurutnya, telah melakukan pembaruan inovasi pelayanan publik, terutama
pada bentuk layanan publik yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
“Yang
jelas, Judes ini adalah inovasi terobosan yang banyak memberi manfaat. Jadi
birokrasi harus berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga
pelosok desa,” ujarnya.
Panelis
lainnya, JB Kristiadi melihat apa yang
dilakukan Jatim sangatlah positif dalam menangkap
keinginan masyarakat. Setiap tahun, Jatim selalu membuat terobosan yang memudahkan
masyarakatnya dalam
memperoleh pelayanan publik. “Saya
sangat
terkesan dengan banyaknya ide atau
gagasan pelayanan publik yang lahir dari Jatim,”
imbuhnya.
Sementara
itu, Refly Harun mengaku tertarik akan gagasan dari Jatim
terkait Samsat Jujug Desa. Ia sepakat bahwa
konsep citizen charter yang dilakukan telah
sesuai dengan keinginan masyarakat agar
pemerintah bisa memberi kemudahan layanan
bagi masyarakat, termasuk juga di pedesaan (Humas/yit/nif/rif). 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular