Kabar Gembira, Pasien Positif Corona di RSSA Malang Dinyatakan Sembuh

0

Malang, investigasi.today – Seorang pasien terinveksi positif Covid-19 dan beberapa waktu dirawat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA)┬áMalang dinyatakan sembuh serta diperbolehkan pulang.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Direktur RSSA Malang, dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, pihaknya telah merawat sebanyak 15 orang pasien, 3 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Satu dari 3 yang diperbolehkan pulang adalah pasien positif terinfeksi Covid19.

“Yang dipulangkan itu ada yang positif dan sudah dinyatakan sembuh. Artinya dia klinis sudah baik, tapi masih ada masa pemulihan. Ketika berada di rumah, masih harus mengurangi interaksinya dengan masyarakat luar,” ungkapnya, Senin (23/3).

dr. Kohar menambahkan yang perlu disampaikan kepada masyarakat bukan ketakutannya terhadap virus tersebut, tetapi bagaimana bersikap bijak menghadapinya. Sehingga semua pihak tetap melakukan upaya pencegahan sebagaimana yang telah dianjurkan.

“Upaya-upaya pencegahan harus tetap dilakukan, seperti social distancing (menjaga jarak), cuci tangan, etika batuk, terutama kalau tidak ada keperluan mendesak mohon tetap tinggal di rumah saja. Supaya tidak terkena virus Corona ini,” jelasnya.

Kohar menuturkan ketiga pasien yang dipulangkan tersebut karena kondisinya memang sudah sembuh. Pasien tersebut memasuki fase penyembuhan yang dapat dilakukan dengan beristirahat di rumah, serta menjalankan self isolation (isolasi diri).

“Kondisinya sudah sembuh. Sembuh itu memang secara fisik, secara klinis ya baik, oleh karena itu kita pulangkan. Tapi memang membutuhkan fase penyembuhan, jangan kemudian didatangi keluarganya gerudukan, nanti selama menerima tamunya, kecapekan lagi. Maka tetap social distancing itu tolong diperhatikan,” terangnya.

Meski sudah diperbolehkan pulang, RSSA Malang masih melakukan pemantauan dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang guna pendampingan termasuk berkaitan dengan self isolation. Kohar berpesan kepada masyarakat untuk tidak menstigma pada pasien yang sudah sembuh atau proses penyembuhan tersebut.

“Masyarakat tidak usah menstigma, kemudian memblokade rumahnya dan sebagainya. Yang penting interaksinya nggak usah berdekatan itu sudah tidak jadi masalah,” tandas dr Kohar.

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif menegaskan, hasil laboratorium salah satu pasien menunjukkan negatif. Pasien yang masih berstatus mahasiswa tersebut satu-satunya pasien positif di Kota Malang.

“Hasil pemeriksaan laboratorium sudah kami dapatkan dan ditegaskan bahwa PDP atas nama RZ yang sebelumnya dinyatakan positif telah dinyatakan negatif. Artinya sembuh total,” tegas Husnul.

Sehingga per 23 Maret 2020, data perkembangan Covid19 di Kota Malang terpantau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tinggal 6 orang. Setelah RZ dinyatakan sembuh maka PDP di RSSA tinggal 1 orang, karena PDP atas nama HS telah meninggal dunia.

Kabar menggembirakan berikutnya datang dari RST Soepraoen, 1 orang PDP juga dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan. Namun bersamaan 1 pasien PDP masuk di RKZ (RS Panti Waluyo). “Kita patut bersyukur, kabar ini memberikan rasa optimisme, bahwa Corona bisa disembuhkan,” ucap Sutiaji, Walikota Malang.

Sutiaji berpesan agar setiap orang selalu waspada dan menjaga kesehatan secara mandiri. Masing-masing membangun imune (daya tahan tubuh) dan untuk sementara waktu membatasi beraktifitas di luar rumah. (Bangir)