Keroyok Guru, Orang Tua dan Siswa Diamankan Polisi

0
Ilustrasi

Dompu, investigasi.today – Syarifuddin (36) seorang guru mengalami luka akibat pengeroyokan Orang tua murid bersama 2 anaknya, inisial AR dan S di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peristiwa ini bermula saat di depan sekolah tempat pelaku dan korban di pertigaan Desa Cempi Jaya dan Desa Adu, Kecamatan Hu’u terjadi perkelahian antar siswa.

Kemudian, Syarifuddin melerai perkelahian antarsiswa tersebut dan menyuruh mereka pulang. Tapi, pelaku S yang menyaksikan perkelahian tidak terima saat disuruh oleh korban untuk pulang.

“Siswa berinisial S bersikeras ingin melihat perkelahian itu. Sebelumnya S diminta pulang oleh korban namun menolak, akhirny S pulang namun menyimpan rasa marah kepada korban,” kata Kasat Reskrim Polres Dompu Ipda Adhar, Jumat (3/12).

S kemudian pulang ke rumahnya dengan rasa dendam karena telah ditegur oleh korban. Beberapa saat setelah kakak S datang, AR langsung menemui korban dan memaki korban.

“AR kakak dari S menanyakan kenapa adiknya dikasarin dan terjadi cekcok mulut dengan korban,” ujar Adhar.

Saat korban AR cecok mulut, S kemudian datang bersama ayahnya. Tanpa basa-basi, ayah dan kedua anaknya itu langsung mengeroyok korban.

“S bersama orang tuanya langsung melakukan pengeroyokan pada korban dengan memukul bagian kepala. Korban mengalami luka bengkak di bagian muka dan badannya,” tuturnya.

Karena mengalami penganiayaan, korban melapor ke Polsek Hu’u. Polisi yang mendapatkan laporan kemudian bergerak dan menangkap ketiga pelaku. Saat ini, ketiga pelaku telah ditahan dan tengah diproses si Mapolsek Hu’u.

“Kasusnya sedang kami proses, pelakunya juga sudah diamankan,” ungkap. (Bryan)