Kerusakan Jembatan Sungai Salek Kuala Dendang Semakin Parah, dan Menghambat Aktifitas Masyarakat

0

TANJAB TIMUR JAMBI, Investigasi.today– Jembatan yang terletak di Sungai salek Desa Kuala Dendang Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur kondisinya saat ini menghawatirkan.

Kondisi jembatan di daerah itu terlihat banyak yang sudah rusak, adapun kerusakannya terlihat bagian lantai banyak yang sudah lapuk dan berlobang, begitu juga bagian tiangnya sudah banyak yang keropos.

Dengan kondisi jembatan yang begitu parah belum lama ini terjadi seorang warga yang mengendari sepada motor jatuh saat melintasi jembatan tersebut, hal itu di sebutkan ( Amirudin) warga Rantau Rasau. ” saya dari rantau rasau hendak menuju Ekajaya kelurahan Rantau Indah, saat melintas jembatan sungi salek saya terperosok sehingga mengalami luka lecet bagian kaki kanan dan kendaraan sepeda motor saya melami pecah kap bodi sebelah kanan, nyaris saja saya jatuh kesungai pada waktu itu”. ungkap amir.

Semankin parahnya kerusakan jembatan itu, segala aktifitas mulai dari anak sekolah, para pedagang
maupun warga masyarakat yang setiap harinya melintasi jembatan itu merasa khawatir jika hendak melintasi jembatan itu.

Jembatan yang terletak di Rt 01 Dusun Makmur Desa Kuala Dendang ini, yang mana adalah akses utama penghubung antar Dusun (Dusun Indah – Dusun Makmur) dimana kondisi jembatan bagian lantainya sudah banyak yang lapuk (berlobang) begitu juga tiang jembatan banyak yang keropos sehingga masyarakat, anak sekolah dan para pedagang yang melintasi jembatan harus sangat berhati-hati.

Jembatan yang dibangun pada tahun 2012 di tahun yang lalu, melalui dana PNPM-MP dengan volume 2×64 meter di bangunan semi permanen (bagian tiang dan rasuk dibuat dari coran dan lantainya menggunakan kayu/papan yang tidak berkelas), namun setelah selesai dilaksanakannya pembangunan jembatan tersebut belum sampai masa satu tahun berjalan sebagian jembatan roboh.

Hal itu diungkapkan Darmawan salah satu warga Rt 01 Dusun makmur Desa Kuala Dendang, akibat robohnya jembatan adanya kekeliruan dalam tekhnis pembangunan, saat dalam melaksanakan pembangunan tidak melibatkan tukang yang memahami bidang kontruksi karena pada saat melaksanakan pengecoran bagian tiang jembatan dikerjakan secara manual (hanya dilakukan adukan cangkul) terlihat pada bagian tiang dan rasuk keropos sehingga mutu dari pekerjaan tidak terjamin dan asal jadi saja ,dengan kecerobohan para pekerja sehingga berakibat Jembatan tersebut roboh. Ungkap Darmawan dengan nada kesal kepada tukang pembuat jembatan Sontoloyo /yang tidak jelas.

Pada bulan maret tahun 2017 jembatan tersebut telah diperbaiki oleh pihak pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, perbaikan Jembatan hanya pada bagian tengah saja (pengecoran tiang, rasuk dan lantai) melalui dana tanggap darurat sepanjang 2×15 meter yang bersifat sementara guna memperlancar segala aktifitas masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Ketua Rt 01 Dusun makmur Desa Kuala Dendang (JALI) mengatakan kepada Investigasi Minggu 6/5/2018 “kita sangat berharap kepada pihak pemerintah kabupaten agar mempunyai rasa keperdulian atas kerusakan jembatan tersebut, kalau bukan kepada pihak pemerintah siapa lagi. ” papar Jali.

Di tambahkannya lagi, ” jika pihak pemerintah tidak memikirkan masyakat maka siapa yang bisa bertanggung jawab melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut, apa bila pemerintah menanggapi tentang hal ini sehingga menimbulkan kenyamanan masyarakat, untuk melintasi jembatan tersebut. Dan baru-baru ini amir seorang warga Rantau Rasau yang kebetulan melintasi Jembatan tersebut hendak menuju Ekajaya kelurahan Rantau Indah, saat melintas jembatan sungi salek ia terperosok sehingga mengalami luka lecet bagian kaki kanan dan kendaraan sepeda motornya melami pecah kap bodi sebelah kanan, nyaris saja ia jatuh kesungai pada waktu itu”.

“Jika hal ini terlambat untuk mengatasi keruskan jembatan itu di perkirakan tidak lama lagi jembatan tersebut akan roboh, tandasnya. (Bahar Suro)