HomeBerita BaruNasionalKPK Sita Dokumen, Uang, Emas, dan 3 Mobil dari BNPB serta 7...

KPK Sita Dokumen, Uang, Emas, dan 3 Mobil dari BNPB serta 7 Lokasi Lainnya

Jakarta, investigasi.today – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil rangkaian penggeledahan yang dilakukan di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tujuh lokasi lainnya dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Siap Pakai untuk penanganan bencana.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti penting dari lokasi-lokasi yang digeledah.

“Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang, perhiasan, serta tiga unit mobil yang diduga terkait dengan perkara yang sedang disidik,” kata Budi di Jakarta, Selasa.

Rangkaian penggeledahan berlangsung selama lima hari, yaitu pada 15 hingga 19 Oktober 2026. Lokasi yang diperiksa mencakup rumah tinggal, perkantoran, dan Kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, serta wilayah Tangerang Selatan dan Bekasi. Ruangan Kepala BNPB ikut digeledah dalam operasi ini.

Kronologi Penanganan Perkara
Sebelumnya, pada 13 Oktober 2026, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan BNPB dan mengamankan 15 orang. Sehari setelahnya, lima orang resmi ditetapkan sebagai tersangka, yaitu:

• Bima Setiawan — Tenaga Ahli Kepala BNPB, adik dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

• Gabriel Purwaka Sigit — Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB

• Richard Erlangga — Tenaga Ahli Kepala BNPB

• Gery Prasetiawan — Direktur PT Trans Lintas Selaras

• Syifa Nrika Ghifarin — Pihak swasta

Pada 16 Oktober, KPK telah mengungkapkan penyitaan barang bukti senilai total Rp5,47 miliar lebih, yang meliputi: 7.500 dolar AS, 9.000 dolar Singapura, Rp3,35 miliar tunai, 56 keping emas (133 gram/Rp315,8 juta), tabungan emas (192 gram/Rp452 juta), serta aset kripto senilai Rp1,10 miliar.

Tindak Lanjut ke Depan

Budi menjelaskan bahwa pihaknya kini akan melakukan analisis mendalam terhadap seluruh barang bukti, termasuk meminta keterangan pihak-pihak terkait untuk menjelaskan asal-usul dan keterkaitan barang yang disita.

KPK juga telah memberitahukan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengenai keterlibatan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam kasus ini, dan akan mengirimkan surat resmi kepada Panglima TNI guna menindaklanjuti keterlibatan prajurit TNI aktif dalam dugaan penyimpangan dana penanganan bencana tersebut. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular