Kurir Narkoba Jaringan Lapas Jalani Persidangan

0

Surabaya, Investigasi.today – Dani Hegso Saputro, terdakwa kasus peredaran narkoba jaringan Lapas kini kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (05/03/2019).

Pria 35 tahun asal Jalan Genting.IV Surabaya ini jalani sidang terkait perkara narkoba dengan agenda keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Indrawati.SH, dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Persidangan dipimpin oleh Hakim Slamet Riadi.SH.MH, dan digelar diruang Candra, sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya yakni Ronni Bahmari.SH, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Dalam keterangannya, saksi menjelaskan kronologi penangkapan terhadap terdakwa, bermula pada Jum’ad 07 Desember 2018 sekira pukul 15,00 wib, terdakwa Dani bersama Dian Ponco (DPO) dan temannya Dian Ponco yang tidak diketahui namanya bertempat dijalan Kartini Surabaya.

Dimana terdakwa telah menerima (2) dua poket sabu seberat 200 gram dari seorang yang terdakwa tidak kenal, namun diketahui jika orang tersebut adalah teman dari Dian Ponco (DPO).

Selanjutnya pada hari yang sama sekira pukul 21,00 wib terdakwa meranjau sabu sebanyak 5 gram dijalan Tanjungsari Surabaya pada pembeli yang terdakwa juga tidak mengenal namanya karena terdakwa hanya melaksanakan perintah dari teman Dian Ponco untuk meranjau.

Kemudian pada 08 Desember 2018 sekira pukul 20,00 wib, terdakwa kembali menjual sabu sebanyak 0,2 gram kepada Sukesi (berkas terpisah) dijalan Raya Benowo Surabaya, berawal dari penangkapan Sukesi itulah akhirnya terbongkar jaringan Dian Ponco.

Lantas pada 10 Desember 2018 sekira pukul 08,00 wib atas perintah Dian Ponco terdakwa kembali meranjau sabu sebanyak 5 gram, 20 gram, 27 gram, dijalan Tanjungsari Surabaya, peran terdakwa sebagai perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu tersebut terdakwa menerima upah sebesar 50,000 ribu setiap gramnya.

Ketika petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendapat informasi terkait adanya penyalagunaan narkotika yang sering dilakukan oleh terdakwa, akhirnya pada Senen 10 Desember 2018 sekira pukul 16,00 wib petugas melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap diri terdakwa dijalan Tanjungsari Surabaya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mendapatkan barang bukti berupa (2) dua poket sabu seberat masing-masing 4,868 gram, dan 6,872 gram, yang disimpan didalam bungkus Rokok Marlboro yang terletak di dasbord bawah setir sepeda motor terdakwa.

Atas semua keterangan saksi tersebut dibenarkan oleh terdakwa hingga oleh JPU terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (Ml)