Langgar SOP, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dicopot

0

Narapidana saat diseret oleh petugas

JAKARTA, Investigasi.Today – HM, Kalapas Narkotika Nusakambangan akhirnya dinonaktifkan oleh Kementerian Hukum dan HAM karena kasus kekerasan terhadap narapidana. Hal tersebut dikarenakan HM dianggap terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur karena gagal mengendalikan 13 anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap 26 narapidana yang akan dipindahkan dari Bali ke Lapas Nusakambangan.

Terkait hal tersebut, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Kemenkum HAM, Junaedi menyampaikan HM dimutasi ke kantor Kemenkum HAM wilayah Jawa Tengah dan menunjuk Kabid Pembinaan Lapas Batu Irman Wijaya sebagai pengganti HM.

“Yang bersangkutan ( Kalapas HM ) telah dinonatifkan dan ditarik ke kantor wilayah. Kemudian Kepala Kantor Wilayah menunjuk pelaksana harian yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu saudara Irman Wijaya untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan,” ujar Junaedi, Kamis (2/5).

Sedangkan ke-13 petugas yang diduga terlibat melakukan kekerasan telah diperiksa dan jika para petugas ini terbukti melakukan pelanggaran maka akan dijatuhi hukuman secara administrasi.

Para narapidana berjalan dengan jongkok

“Saat ini tim sedang memeriksa ke-13 petugas, jika terbukti melanggar maka akan dijatuhi hukuman secara administrasi kepegawaian didasarkan pada PP 53 dan untuk kemduian juga pertanggungjawaban secara hukum mereka harus dimintakan dan mereka harus lakukan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat proses pemindahan 26 narapidana dari Bali ke Lapas Nusakambangan pada 28 Maret lalu yang viral di media sosial. Dalam video terlihat petugas melakukan kekerasan terhadap para napi.

Ada 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan 16 orang napi dari Lapas Bangli. Dalam video tersebut terlihat tangan dan kaki para napi diborgol dan matanya ditutup kaos. Terlihat juga napi dipukul dan diseret-seret oleh petugas, sedangkan napi lainnya berjalan jongkok menuju kapal.

Ke-26 narapidana tersebut dipindahkan ke Lapas Narkotika Nusakambangan dengan keamananan super maksimum karena diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. (Ink)