Thursday, May 21, 2026
HomeBerita BaruJatimLima Desa di Bungah Satukan Kekuatan Tekan Stunting, Siapkan Generasi Unggul Masa...

Lima Desa di Bungah Satukan Kekuatan Tekan Stunting, Siapkan Generasi Unggul Masa Depan Bangsa

Gresik, Investigasi.today – Komitmen membangun generasi sehat dan berkualitas dimulai dari desa. Semangat itulah yang terlihat dalam Rembuk Stunting Lima Desa se-Kecamatan Bungah yang digelar di Balai Desa Sidorejo, Senin (19/5/2026). Lima pemerintah desa sepakat memperkuat kolaborasi dalam menekan angka stunting melalui penguatan gizi keluarga, perbaikan sanitasi, dan peningkatan edukasi kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang mempertemukan Desa Sidorejo, Mojopurowetan, Mojopurogede, Sidokumpul, dan Sidomukti tersebut menjadi bukti bahwa penanganan stunting bukan lagi sekadar program kesehatan, melainkan gerakan bersama untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Camat Bungah Zakiyah, Pendamping Desa Kecamatan Bungah Achmad Hadziqi, para kepala desa, bidan desa, kader Posyandu, serta sejumlah pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.

Perwakilan Camat Bungah, Zakiyah, menegaskan bahwa stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting akan menentukan kualitas generasi masa depan sekaligus daya saing bangsa di tengah tantangan global.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh tingkatan pemerintahan, mulai kabupaten, kecamatan, hingga desa harus bergerak dalam satu visi yang sama untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat, terutama terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, sanitasi lingkungan yang layak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita secara rutin melalui Posyandu.

Kepala Desa Sidorejo, Khamid, menyebut rembuk stunting menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah antar desa dalam menyusun program yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Ketika semua bergerak bersama, kita optimistis mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Mojopurowetan, Muh Syafiuddin, menilai upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain pemberian makanan tambahan, menurutnya, perubahan perilaku hidup sehat dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Kesadaran keluarga tentang gizi, kesehatan, dan pola hidup bersih menjadi kunci lahirnya generasi yang tumbuh optimal,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Pendamping Desa Kecamatan Bungah, Achmad Hadziqi, menjelaskan bahwa pemerintah desa memiliki ruang yang luas untuk mendukung percepatan penanganan stunting melalui pemanfaatan Dana Desa sebagaimana diatur dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2025.

Menurutnya, Dana Desa dapat diarahkan untuk berbagai program strategis, mulai dari penyediaan makanan tambahan bagi balita dan lansia, pembangunan sarana sanitasi, penyediaan akses air bersih, hingga edukasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

“Penanganan stunting harus menjadi prioritas pembangunan desa karena menyangkut investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Semakin cepat dilakukan intervensi, semakin besar peluang kita melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Melalui rembuk stunting ini, lima desa di Kecamatan Bungah menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat. Dengan memperkuat sinergi, memperluas edukasi, serta memastikan program berjalan berkelanjutan, desa-desa di Bungah optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular