
Gresik, Investigasi.today – Komitmen Pemerintah Desa Pranti dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui peringatan Hari Posyandu Nasional yang digelar di Balai Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan wujud nyata pelayanan kesehatan terpadu yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia).
Sedikitnya 300 peserta yang terdiri dari sekitar 150 balita dan 150 lansia memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan. Dengan dukungan 25 kader posyandu, bidan desa, serta Tim Penggerak PKK Desa Pranti, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, kolesterol, dan asam urat bagi lansia, hingga penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi, pemberian vitamin, serta konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak.
Kepala Desa Pranti, Hardi, menegaskan bahwa Hari Posyandu Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Pranti juga mulai menerapkan transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat memperoleh pelayanan yang nyaman, cepat, dan maksimal. Karena itu, sistem antrean menggunakan nomor urut diterapkan untuk menghindari penumpukan peserta. Selain itu, kami menyiapkan lima meja pelayanan yang masing-masing diisi lima kader dan didampingi bidan desa,” ujar Hardi.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pemeriksaan rutin dan pemantauan berkala, berbagai potensi gangguan kesehatan dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat.
“Posyandu bukan hanya tempat menimbang berat badan anak. Posyandu adalah pusat edukasi dan konsultasi kesehatan masyarakat. Di sini warga dapat memperoleh informasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan berbagai penyakit,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pranti, Ny. Iswati Hardi, menjelaskan bahwa penerapan transformasi Posyandu enam SPM merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kami berharap kualitas hidup masyarakat terus meningkat. Dengan pelayanan yang semakin lengkap dan terintegrasi, warga dapat memperoleh pendampingan kesehatan secara berkelanjutan, mulai dari balita hingga lansia,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satunya diungkapkan Ny. Ica, warga Dusun Kemorogan, yang mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Posyandu Desa Pranti dalam memantau perkembangan putrinya, Alesya.
“Saya senang karena bisa mengetahui perkembangan berat dan tinggi badan anak secara rutin. Selain itu, kami juga bisa berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan gizi anak sehingga lebih tenang dalam memantau tumbuh kembangnya,” ungkapnya.
Melalui peringatan Hari Posyandu Nasional ini, Pemerintah Desa Pranti berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pemanfaatan layanan Posyandu terus meningkat. Dengan demikian, upaya mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas dapat semakin terwujud dari tingkat desa. (Sye)


