Tingkatkan Produktifitas Pertanian, PG Gelar Pasar Murah

0

Gresik, Investigasi.Today – Setelah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, PT Petrokimia Gresik (PG), produsen pupuk untuk solusi agroindustri, kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan produktivitas pertanian melalui program “Pasar Murah Produk Petrokimia Gresik” di Kab. Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (19/7).

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyatakan bahwa dalam pasar murah ini, petani bisa menebus produk non-subsidi melalui sistem tukar kupon seharga Rp250 ribu. Dari kupon ini, petani bisa mendapatkan satu sak pupuk NPK Phonska Plus (kemasan 25kg), satu sak pupuk NPK Petro Nitrat (kemasan 25kg), satu pak dekomposer Petro Gladiator (kemasan 1kg), dan satu pak pupuk hayati Petro Biofertil (kemasan 2kg).

“Total harga produk tersebut jika dibeli di kios berkisar pada harga Rp388 hingga Rp518 ribu, sehingga diskon yang didapatkan petani melalui pasar murah ini mencapai sekitar 35-50 persen,” ujar Meinu.

Kabupaten Wonosobo, lanjut Meinu, dipilih karena merupakan salah satu sentra pertanian strategis di Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di dataran tinggi (500-1.000 meter diatas permukaan laut) menjadikannya salah satu kabupaten sentra hortikultura terbesar di Jawa Tengah.

Tidak sekedar menjual produk murah, dalam kegiatan ini PG juga memberikan edukasi pertanian, yaitu melalui booth yang memperkenalkan aneka produk PG, cara aplikasi produk, konsultasi, serta layanan uji tanah gratis dengan menyediakan satu unit Mobil Uji Tanah.

“Petani bisa membawa sample tanahnya dan dapat mengetahui kondisi terkini tanah mereka. Setelah dilakukan uji tanah, petani akan memperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat dan berimbang. Tujuannya agar lahan pertanian memiliki produktivitas optimal dan berkelanjutan,” tambah Meinu.

Terpisah, Direktur Utama PG Rahmad Pribadi menyatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu tak-tik dalam strategi program Transformasi Bisnis, yaitu memperkuat brand image produk non-subsidi untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar komersil domestik. Hal ini sekaligus menjadi upaya perusahaan untuk memperkuat posisi produk non-subsidi di pasar komersil, sekaligus sebagai antisipasi terkait wacana pengalihan subsidi pupuk.

Berdasarkan hasil riset dan uji coba di berbagai daerah, lanjut Rahmad, rangkaian produk PG tersebut telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk di sektor hortikultura.

“Kami memiliki banyak produk non-subsidi dari hulu hingga hilir seperti benih unggul, pupuk, pengendalian hama, dekomposer, hingga probiotik. Karena taget kami adalah untuk menjadi dominant player dan market leader di Indonesia,” tutup Rahmad. (Ink)