Sunday, May 19, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaMenuju Gresik Sebagai Kota Layak Anak

Menuju Gresik Sebagai Kota Layak Anak

Gresik,Investigasitop.com- Bupati Gresik Dr. Sambari Halim
Radianto meminta catatan hasil verifikasi dari tim independent yang telah
melakukan penilaian kesejumlah tempat atas kepsertaan Gresik sebagai Kota Layak
Anak (KLA) tingkat Nasional.
“Kami
siap dan segera melakukan perbaikan atas catatan tim jura yang disampaikan
kepada Kami. Bagi kami, juara itu buka tujuan namun yang penting bagi kami
dapat memperbaiki segala sesuatu yang kurang. Perbaikan menuju Gresik sebagai
Kabupaten layak anak ini penting karena menyangkut kebutuhan langsung
masyarakat dan lingkungan.” tegasnya didepan rombongan tim independen yang
melakukan penilaian KLA saat beruadiensi di Ruang Graita Eka Praja, Jum’at
(26/5).
Sambari
menyampaikan beberapa hal bahwa di Gresik taka da desa yang tidak punya bidan.
Bahkan beberapa desa ada bidan yang lebih dari satu. Di Gresik ada 1471
Posyandu, 241 Ponkesdes, 20 Puskesmas Rawat Inap, 12 Puskesmas Rawat Jalan, 74
Puskesmas pembantu. “Dana Kesehatan yang awal masa pemerintahan saya tahun 2010
hanya Rp. 5 M, tahun 2018 nanti sudah menjadi Rp. 135 M” katanya.
Bupati
juga merinci beberapa hal terkait dukungan Pemerintah terhadap kebijakan Kota
Layak Anak. “Kami mengupayakan enam bis mini gratis untuk angkutan anak-anak.
Program Pemberian makanan tambahan anak sekolah. Kami mewajibkan pada sekolah
yang ada di jalan raya untuk melaksanakan pemagaran sekolah. Menyediakan pintu
lain untuk anak-anak agar lebih aman dari lalu lintas jalan raya. Serta ada
dukungan dari Dinas Perhubungan dan Polres Gresik untuk membantu penyeberangan
anak” tambah Sambari.
Dua
orang anggota tim Penilai yaitu Budi Triwinata dan Taufik Ubaidah bergantian
memberikan paparan tentang penilaian Gresik sebagai Kota layak anak. Beberapa
catatan atas verifikasi Tim penilai yaitu, Gresik sangat bagus dalam layanan
Akte Kelahiran, layanan Kesehatan serta layanan informasi anak. “Khusus layanan
Akte Kelahiran yang ada di Gresik ini bisa di tiru oleh Kabupaten dan kota lain
di Indonesia” tambah Taufik Ubaidah.
Beberapa
hal yang perlu diperbaiki yaitu cakupan ASI eksklusif dan inisiasi menyusui
sejak dini. Terkait hal itu anggota tim mencatat beberapa alasan yang ditemukan
dilapangan. “Saya melihat di Gresik banyak ibu-ibu yang bekerja di berbagai
perusahaan. Mungkin disini Pemerintah Kabupaten perlu masuk untuk memberikan
penyuluhan sekaligus mengawasi agar di perusahaan ada ruang laktasi” kata
Taufik.
Taufik
juga menjelaskan bahwa semua kota di Indonesia sampai saat ini masih belum ada
yang betul-betul dikatakan sebagai kota layak anak (KLA). “Ada lima tingkatan
penilaian yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Saat ini masih hanya
sebatas Nindya yang diraih oleh 2 kota di Jawa dan satu kota lagi ada di Bali”
papar Taufik.  (Alex)   

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular