Merasa Berkhianat, Kepala Keuangan PT Hasrjat Abadi Divonis 11 Tahun Penjara

0

Surabaya, Investigasi.today – Usai sudah babak akhir sidang perkara Penipuan dan Pencucian uang yang mendudukan Terdakwa Drs.EC Hadi Purnomo (53) warga Pakis Wetan 2/11 Surabaya.

Dalam fakta persidangan terdakwa hanya bisa pasrah terhadap putusan hakim, sayangnya dalam amar putusan tersebut Hakim tidak sependapat dengan Tuntutan Jaksa Winarko yang Minggu lalu menuntut terdakwa Drs. EC Hadi Purnomo (53) selama 13 tahun penjara.

Adapun pertimbangan pertimbangan hakim yang menjabarkan bahwa menurut keterangan saksi saksi yang dihadirkan menyatakan perbuatan terdakwa telah melakukan perbuatan penggelapan jabatan mengakibatkan kerugian perusahaan PT Hasjrat senilai 19 Milliar.

Padahal gaji terdakwa selama satu bulan adalah Rp 6 juta, belum dikurangi biaya hidup serta biaya anak kuliah dan biaya kos anak kuliah.

Hakim sependapat bahwa tanah serta perhiasan yang dibeli oleh terdakwa adalah merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang. Dan tanah serta emas dirampas dan diserakan kepada PT Hasrjat Abadi.

Dan hakim berpendapat bahwa terdakwa secara sah bersalah melakukan tidak pidana penggelapan dan pencucian uang.

Serta pertimbangan hakim telah mematakan Nota pembelaan terhadap terdakwa, maka terdakwa harus bertanggung jawab atas perbuataannya.

Hal hal yang meringankan terdakwa adalah, terdakwa mengaku dan berterus terang atas perbuatannya dan rasa menyesali serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Hal hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa telah menghianati kepercayaan yang diberikan kepercayaan oleh PT. Hasrjat Abadi, tidak ada perdamaian antara terdakwa dan PT Hasrjat Abadi.

Mengingat terdakwa telah melanggar pasal 374 kuhp dan pasal 3 Undang Undang RI nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Dan mengadili terdakwa Drs.EC Hadi Purnomo secara sah telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang menjatukan pidana terdakwa Drs.EC Hadi Purnomo selama 11 tahun penjara dan denda 2 Milliar subsider 1 tahun penjara dan menetapakan semua barang bukti dirampas oleh pengadilan akan diberikan kepada PT.Hasrjat Abadi. Atas vonis ini terdakwa dan jaksa menyatakan pikir-pikir .

sementara pelapor Rahmatdi selaku manager PT Hasjrat Abadi tak puas lantaran menginginkan terdakwa mengembalikan seluruh kerugian 19 Milliar 300 juta pasalnya hingga saat ini terdakwa baru mengembalikan sekitar kurang lebih 3 milliar dam masih tersisa 15 Milliaran.

Itupun ketahuannya pas naik haji dan diminta dari pusat pertangung jawaban masalah keuangan maka yang dilaporkan apa adanya dari situlah kita menemukan adanya tagihan pendobelan yang berulang ulang di laporkan .sehingga perusahaan dirugikan 19 Milliar 300 juta.baru ketahuan tahun 2018 ketika di tarik kebelakang perbuatannya mulai tahun 2012.” Ucap Aris pada wartawan.

Perkara ini berawal pada tanggal 7 Agustus 2018, bagian keuangan PT. Hasjrat Abadi Kantor Pusat Jakarta meminta masing-masing cabang PT. Hasjrat Abadi agar mengumpulkan print out rekening koran selanjutnya setelah dilakukan pengecekan terhadap print out rekening koran dan resi BG (pangkal bilyet giro), Aris Rahmatdi selaku manager litigasi PT. Hasjrat Abadi Pusat Jakarta menemukan kejanggalan transaksi keuangan tahun periode bulan Januari 2018 sampai dengan Juli 2018 yaitu menemukan adanya uang milik perusahaan dipindahbukukan ke rekening pribadi. (Sri)