Meski Sudah Diganti Nama, Tetap Memakan Korban Lagi

0

Subang,investigasi.today – Sebuah kecelakaan kembali terjadi di Tanjakan Emen Ciater, Subang, Senin (12/3/2018). Lokasi kejadian tepat di dekat lokasi kecelakaan bus yang menewaskan 27 penumpangya beberapa waktu lalu.

Sebuah minibus degan nopol E 7548 BA terguling dilokasi tersebut. Belum diketahui berap jumlah korban jiwa secara pasti. Sat ini Polisi tengah melakukan evakusi di lokasi kejadian.

Polisi menyebut kecelakaan tunggal mobil travel di Tanjakan Emen diduga akibat kelalaian sopir, Arif Fahrurozi. Sopir tembak tersebut memacu minibus di jalan menurun dengan kecepatan 70 kilometer/jam.

“Yang bersangkutan saat membawa kecepatannya 70 kilometer per jam,” ujar Kapolres Subang AKBP M Joni saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (13/3/2018).

Joni menyatakan memacu kecepatan kendaraan 70 kilometer/jam telah menyalahi peraturan. Di kondisi jalan menurun, kata dia, kendaraan harus berada dalam kecepatan maksimal 40 kilometer/jam.

“Rata-rata di situ 40 kilometer per jam. Sudah banyak imbauan yang kami pasang juga di situ,” kata Joni.

Sehingga ia menduga saat mengendarai mobil minibus tersebut, Arif hilang kendali saat belok. Arif sempat memindahkan ke gigi dua, namun upaya itu tiba-tiba sulit dilakukan.

“Ketika mau pindah dari gigi tiga ke gigi dua susah. Dia panik sehingga saat bersamaan mengerem dengan menggunakan hand rem (rem tangan). Akibatnya mobil oleng dan jungkir balik,” tuturnya.

Polisi belum menetapkan status tersangka kepada Arif. Polisi akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menetapkan status kepada sopir tersebut.

“Akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Joni.

Sementara itu tujuh korban luka berat, empat orang masih dirawat. Keempatnya dirawat terpisah. Tiga korban dirawat di RSUD Subang, sementara satu korban dibawa ke rumah sakit di Bekasi.

Joni menyebut para korban mendapat luka beragam. Namun rata-rata mengalami luka berat. “Seperti ada benturan di kepala, lalu luka di tangan. (Ida)