Milennial Bakal Jadi Menteri, Ma’ruf Amin; Itu Hak Prerogatif Presiden

0

Jakarta, Investigasi.today – Terkait wacana Jokowi bakal menunjuk kaum milennial menjadi menteri, Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin mengaku belum ada pembahasan tentang hal tersebut dan mengatakan penunjukan menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

“Pak Jokowi sudah membuat pernyataan bahwa nanti akan ada menteri-menteri yang muda, bahkan beliau nyebut umur 25 sampai 30 (tahun) ya. Itu artinya akan ada menteri yang (milenial) dan ini kan hak prerogatif presiden,” ujarnya, Rabu (3/7) kemarin.

Ma’ruf menambahkan sejauh ini yang pasti mendapat jatah menteri adalah partai koalisi. Namun, Ma’ruf tak menyebut secara spesifik nama menteri yang berasal dari parpol koalisi.

Seperti diketahui, dalam Pilpres 2019 lalu, pasangan Jokowi-Ma’ruf didukung oleh sembilan parpol, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI.

Meski parpol koalisi menjadi prioritas, namun Ma’ruf mengatakan peluang milenial menjadi menteri cukup besar, seperti terlihat dari pernyataan yang telah disampaikan oleh Jokowi. “Kalau sampai kepada orang itu belum, namun pernyataan bahwa orang muda yang akan diambil jadi menteri itu sudah diucapkan oleh presiden,” tandasnya.

Ma’ruf menjelaskan milenial yang nantinya ditunjuk sebagai menteri oleh Jokowi tidak sembarangan, milenial tersebut harus profesional dan memiliki kemampuan di bidang yang dipimpinnya.

“Jadi sudah melalui seleksi yang cukup,” tegas Ma’ruf.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya sudah menyatakan bakal menunjuk anak muda untuk menjadi menteri di periode pemerintahannya yang kedua.

“Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak,” ungkap Jokowi saat itu. (Ink)