Saturday, February 24, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaPara Tokoh Jaga Kedamaian Dalam Pertemuan Borobudur

Para Tokoh Jaga Kedamaian Dalam Pertemuan Borobudur

Jakarta, Investigasitop.com- Koordinator
Corporate Social and Safety Responsibility Artha Graha Peduli Andreas P Wisesa,
ingin menambahkan yang telah ditulis oleh Zeng Wei Jian dalam “pertemuan
Borobudur”  mengenai foto yang beredar di media sosial sebagai Pertemuan 9
Naga.

Pertemuan Borobudur itu terjadi karena Pak Trenggono dan Pemilik New Armada
David Herman Jaya (Liem Wan King)  yang juga Ketua Umum Paguyuban Sosial
Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) memohon Pak Tomy Winata untuk melakukan
mediasi terhadap penghinaan yang dilakukan oleh Pak Lukas Sutadji (anggota PSMTI)
terhadap Pak Lieus Sungkharisma yang merupakan Koordinator Komunitas Tionghoa
Antikorupsi dengan kalimat “monyet bawa obor kerusuhan”.

Kalimat yang disampaikan oleh Pak Lukas adalah penghinaan terhadap obor umat
muslim sehingga juga memicu kemarahan dari Ketua Muslim Tionghoa Indonesia
(MUSTI) Pak Jusuf Hamka yang menyatakan obor sama dengan lilin bagi umat
Kristen.

Add caption

Melihat kisruh ini, Pak Tomy Winata terpanggil menjembatani karena sesuai
dengan arahan konstitusional yang disampaikan oleh Presiden agar menjaga
ketentraman dan kedamaian.
Berangkat dari hal tersebut, Pak Tomy Winata menghubungi Pak Jusuf Hamka
untuk mengatur pertemuan dengan Pak Lieus pada hari Senin (05/06/2017) di Hotel
Borobudur.

Mediasi ini mendapat sambutan baik dari Pak Jusuf Hamka dan Pak Lieus tanpa
ada kepentingan pribadi. Namun Pak Lieus memberi persayaratan kepada Pak Lukas
dan PSMTI untuk  melakukan kegiatan sosial menyediakan buka puasa 3.000
porsi setiap hari selama bulan Ramadhan serta ikut berpartisipasi pada HUT 72
tahun Indonesia Merdeka.

Dalam mediasi itu, Pak Tomy Winata tidak menentukan hasil rapat melainkan
hanya mempertemukan dan mediasi dilanjutkan oleh kedua pihak tanpa didampingi
oleh Pak Tomy Winata yang besoknya Selasa  (6/6/2017) terbang ke Aceh
untuk kegiatan CSSR AGP dan dilanjutkan ke konservasi TWNC di Lampung.

Pernyataan saya ini dapat dipertanggung jawabkan dan disampaikan secara
seutuhnya karena saya hadir malam itu dan menjadi saksi pertemuan diatas.
Tulisan ini saya buat dan saya sampaikan kepada publik ketika Pak Tomy Winata
sedang berada di Konservasi TWNC.

Agar masyarakat maklum dan berpikir dengan
kepala dingin menghadapi tulisan dan komentar yang beredar di media sosial.
Saya mendapat kabar bahwa Pak Jusuf Hamka masih menjembatani masalah ini.(DPP PWRI/Utsman

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -







Most Popular