Pembangunan Saluran Tersier di Posisi Sungai Dataran Rendah

0
Pasuruan,
Investigasitop.com – Akibat
arus air di sungai seringkali mengalami kebocoran yang  dapat menimbulkan dampak pada saluran air
tidak lancar. Hal itu selalu di keluhkan oleh banyak warga setempat saat adanya
giliran pengairan sawah mereka seringkali terjadi kebocoran sehingga yang di
untungkan adalah posisi petak sawah yang pertama, pasalnya mendapatkan aliran
air yang lebih banyak.
Foto : Pembangunan saluran tersier di sungai dataran
rendah
Untuk di lakukan normalisasi pun medan nya menurun
sehingga kesulitan menerjunkan alat berat/ekskavator akan tetapi yang bisa di
kerjakan hanya dengan  manual. Tahun ini
Pemda merealisasikan pada proyek pekerjaan saluran irigasi sekitar 18 paket,namun
dari 10 paket untuk anggarannya di alokasikan bersumber dari dana APBD 2017,
dengan nilai sekitar Rp 3 milliar. Sementara untuk anggaran dari DAK senilai Rp
13,8 Milliar.
Dari sejumlah anggaran sebesar itu yakni Rp 16,8
Milliar sudah selesai di tenderkan sejak dua bulan lalu yakni pengerjakan  pada tahap pertama. Hal tersebut di sampaikan
oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung
Widya Sasangka.
Sejauh ini untuk pengerjakan sejumlah proyek nya
memang sudah mulai action sekitar  satu
bulan. Jelasnya. Proyek pembangunan fisik yang di kerjakan oleh Dinas tersebut
seperti proyek pembangunan peningkatan saluran tersier, yang salah satunya
adalah saluran irigasi tersier Sumberwangkid di Desa Kenep Kecamatan Beji.
Proyek tersebut berada di lokasi medan di dataran
rendah/menurun berada di bawah jalan. Begitu juga terdapat pipa saluran PDAM
sehingga pengerjaannya harus berhati-hati untuk menjaga terjadinya kebocoran
pipa tersebut.
Pembangunan rehab saluran tersier di Desa Kenep di
kerjakan oleh CV. Fajar Mulya dengan
alokasi dana sekitar Rp 198.700.000/juta. Dana sebesar itu bersumber dari dana
APBD 2017. Proyek saluran tersier memang pembangunan nya berada di posisi
kawasan tanah menurun. Pembangunan saluran ini dengan panjang sekitar 200 m.
sementara saat ini sudah hampir selesai tinggal beberapa meter saja,karena
pengerjaannya di mulai sejak 15 Mei -14 Agustus 2017. A Wahid selaku pelaksana
proyek menyampaikan kepada wartawan Investigasi
08/06/17. (Shod)