Pembinaan Langsung Bupati Menuju Juara Nasional Lomba PHBS

0
Gresik, Investigasitop.com
– Sebelum dilakukan penilaian, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim
Radianto mengecek langsung persiapan masyarakat Desa Sambogunung yang akan
dinilai oleh juri lomba Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tingkat Nasional,
Selasa (25/4).
Dihadapan seluruh ibu-ibu anggota
PKK Bupati meminta agar masyarakat tetap membiasakan diri untuk berperilaku
hidup bersih dan sehat. “Lomba ini adalah sarana saja. Yang penting adalah
budaya masayarakat yang selalu membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat”
katanya.
Sambari menyatakan, setelah melihat
dampak dari lomba ini ketika Desa Sambogunung terpilih mewakili Provinsi Jawa
Timur untuk maju ke tingkat Nasional, terjadi perubahan yang sangat luar biasa.
“Desa sini saat ini terlihat lebih bersih. Tanaman sayur mayurnya semakin
banyak. Masyarakat tampak semakin tertib betapa pentingnya hidup bersih dan
sehat” paparnya.
Sambari mengaku senang karena
keinginan hidup bersih dan sehat sudah mulai tumbuh. “Indikasinya sudah saya
lihat sendiri. Di depan setiap rumah sudah menyiapkan tempat cuci tangan tangan
dan kaki dengan disiapkan sabun. Asbak juga disiapkan diluar ruangan. Hal ini
menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat sudah makin tinggi”
paparnya.   
Kenyataan ini diakui oleh Camat
setempat yang disampaikan kepada Kepala Bagian Humas dan protocol Pemkab Gresik
Suyono. Camat Dukun Sunarto mengaku saat ini tingkat konsumsi sayur mayur dan
buah buahan semakin meningkat. “Masyarakat bahkan mrenanam sendiri sayuran dan
buah-buahan local untuk konsumsi keluarga. Bahkan beberapa warga yang kelebihan
produksi, selain dikonsumsi juga dititipkan di warung-warung uyntuk dijual” katanya
Tak hanya itu, konsumsi rokok
masyarakat Sambogunung juga tercatat semakin hari semakin berkurang. “Meski
disiapkan semacam gazebo, namun hanya beberapa saja yang memanfaatkan dan
selebihnya ada yang mengurangi merokok dan ada yang berhenti sama sekali.
Sekarang masyarakat atau tamu sekalipun hanya bisa merokok diluar rumah, karena
warga hanya menyediakan asbak diluar rumah  ” tandas Narto.
Masih menurut Narto, budaya anti
rokok ini juga ditindaklanjuti dengan semacam kebijakan oleh Kades setempat.
“Kepala desa Sambugunung juga menerbitkan perdes anti rokok. Ketika
disosialisasikan para anggota BPD, Ketua RW dan Ketua RT banyak yang setuju.
Jadilah hal itu semacam aturan khusus di desa setempat yang sangsinya
disesuaikan kesepakatan masyarakat setempat” katanya.   

Tentu saja semua yang telah dilaksanakan
masyarakat Sambogunung Kecamatan Dukun telah mendapat apresiasi dari
Pemerintah, baik itu Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi. “Saat ini
masyarakat masih akan meyakinkan juri PHBS tingkat Nasional tentu saja harapan
masyarakat tersebut juga didukung oleh Bupati Gresik beserta OPD yang ada di
Pemkab Gresik” pungkas Narto.(alex)