Thursday, May 23, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaPemkot Siapkan 454 Kuota Beasiswa Bagi Warga Berprestasi dari Keluarga Tak Mampu

Pemkot Siapkan 454 Kuota Beasiswa Bagi Warga Berprestasi dari Keluarga Tak Mampu

Surabaya, Investigasitop.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan kesempatan
kepada anak-anak Surabaya yang berprestasi dari keluarga kurang mampu agar bisa
terus menapaki pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Caranya dengan
memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada anak-anak Surabaya yang lulus
dari SMA/SMK. Untuk tahun 2017 ini, ada lebih dari 400 beasiswa yang bisa
dimanfaatkan oleh mereka.
Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Sosial Kota Surabaya,
Rosalia Retno Bintarti mengatakan, beasiswa tersebut bisa berupa melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi negeri di Surabaya bila memang anak yang
bersangkutan memiliki kemampuan akademis. Atau, mengikuti diklat sertifikasi
bagi mereka yang kurang kuat di bidang akademis.
“Untuk tahun 2017 ini, ada 454 kuota beasiswa yang bisa
diambil anak-anak. Syaratnya adalah warga Surabaya yang lulus SMA/SMK dan
berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Rosalia dalam jumpa pers di Kantor
Bagian Humas, Selasa (2/5/2017).
Dijelaskan
Rosalia, dari 454 kuota tersebut, ada program diploma atau sarjana di perguruan
tinggi negeri sebanyak 300 kuota. Lalu pilot untuk lima orang, sarjana (S1)
kedokteran untuk 50 orang, magister (S2) kenotariatan sebanyak dua kuota. Serta
diklat seperti teknisi pesawat terbang sebanyak 60 kuota.
Nah, bagi warga Surabaya yang berminat dan memenuhi syarat,
Rosalia mempersilahkan langsung untuk datang langsung ke UPTD Kalijudan di
Jalan Villa Kalijudan Indah XV, Kalijudan, Mulyorejo. Syaratnya cukup membawa
KTP, Kartu Keluarga (KK) dan ijazah.  Lalu, mengisi form untuk
pendaftaran. “Kami akan melakukan seleksi administratif, lalu melakukan
verifikasi ke tempat tinggal nya untuk memastikan bahwa yang bersangkutan
memang dari keluarga kurang mampu, juga melakukan tes potensi,” jelas Rosalia.
Khusus untuk jalur diklat akan ada syarat khusus. Semisal
untuk pilot, selain syarat tersebut, seleksi nya akan melibatkan Balai
Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi. Lalu untuk teknisi pesawat
akan melibatkan Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) dan Garuda
Maintenance Facility (GMF) karena begitu lulus mereka akan bekerja di GMF.
Untuk program beasiswa di ATKP ini, sebanyak 24 anak
Surabaya dibeasiswa April lalu. Dan mulai Mei ini, mereka sudah teken kontrak
untuk bekerja di GMF sebagai teknisi pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum
berangkat ke Jakarta, mereka berpamitan ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
dengan didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo, pada 21 April
lalu.
“Untuk biaya hidup sebulan di sana ditanggung oleh Pemkot
Surabaya. Sebelumnya, untuk biaya keberangkatan juga di-support oleh ibu wali.
Termasuk juga mencarikan apartemen untuk teman tinggal mereka selama sebulan
ini,” jelas Supomo.
Pemkot, sambung Supomo, juga sudah berkoordinasi dengan GMF
terkait peluang bagi anak-anak Surabaya agar kembali bisa diterima bekerja di
sana. Karenanya, Pemkot akan gencar melakukan sosialisasi terkait peluang
beasiswa tersebut. “Kami akan terus melakukan sosialisasi ke RT/RW, harapannya
agar semakin banyak warga Surabaya dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan
kesempatan untuk mengangkat martabat keluarganya jadi lebih sejahtera,” sambung
Supomo.
Untuk beasiswa yang diberikan Pemkot pada tahun kemarin,
beberapa diantara siswa penerima nya merupakan warga yang tinggal di kawasan
eks lokalisasi. Mereka ada lah warga terdampak pasca alih fungsi beberapa
lokalisasi di Surabaya. Dan itu menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Surabaya tidak
hanya melakukan penutupan lokalisasi, tetapi juga memperhatikan urusan
pemberdayaan warga nya. Termasuk juga dengan memberikan pelatihan wirausaha
kepada warga. Efek positifnya bisa terlihat sekarang dengan tampilnya beberapa
warga di kawasan eks lokalisasi sebagai pengusaha sukses. 

“Pemkot
Surabaya tidak hanya menutup lokalisasi tetapi juga memperhatikan warga
terdampak. Ada banyak tetangga saya yang ditarik menjadi tenaga outsorching di
Pemkot seperti di Dinas Sosial, Satpol PP dan BakesbangLinmas,” ujar Marzuki,
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang tinggal di kawasan eks lokalisasi
Dolly di Kecamatan Sawahan.(bud)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -













Most Popular