Percepat koordinasi uji klinis obat Covid-19, Kasad : Semua Membutuhkan Solusi

0
Kasad Jendral TNI Andika Perkasa

Jakarta, Investigasi.today – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa meminta Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskes AD) Brigjen TNI Asrofi Sueb Surachman supaya mempercepat koordinasi pelaksanaan uji klinis kombinasi obat Covid-19 dengan seluruh Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Darat.

Dalam video Youtube TNI AD, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan
“jadi di sini, contact person utama adalah dr Asrofi sebagai Kapuskes AD, keputusan saya dukung dan harus cepat (dilaksanakan). Karena apa, semua membutuhkan solusi,” ungkapnya, Sabtu (18/7).

Andika menilai terapi plasma konvalesen yang dilakukan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Subroto selama ini bagus, tapi kalau obat Covid-19 itu juga ditemukan, maka solusi yang ditawarkan TNI AD akan lebih hebat dan akan lebih cepat dalam menangani virus Corona ini.

Andika menuturkan bahwa dirinya sangat antusias mendengar laporan Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair) dokter Purwati yang mengatakan Rumah Sakit Unair mendapat persetujuan pelaksanaan uji klinis kombinasi obat Covid-19 dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 3 Juli 2020.

“Tanggal 3 Juli 2020 sudah mendapat persetujuan untuk pelaksanaan uji klinis dan Rumah Sakit Unair sudah mulai penelitian,” ucap dr Purwati dalam video di Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Darat (Puskodal AD), Markas Besar (Mabes) Angkatan Darat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Purwati meminta izin Andika untuk bekerja sama dengan Rumah Sakit TNI Angkatan Darat dalam Multicenter Clinical Study untuk kombinasi obat Covid-19 tersebut.

“Dalam waktu dekat kami memohon kerja sama untuk melibatkan RS TNI AD yang berada di Surabaya. Untuk RSPAD Gatot Soebroto kami akan melaksanakan konsolidasi dahulu terkait protokol dan pertemuan pembahasan teknis (technical meeting)-nya, dan untuk luar Jawa kemungkinan akan melibatkan Makassar,” terang dr Purwati.⁣

Mendapat laporan tersebut, Kasad menyambut baik dan kemudian memberikan perintah kepada Kapuskes AD untuk melakukan koordinasi dengan kepala masing-masing Rumah Sakit TNI Angkatan Darat.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan secara daring antara Andika dan dokter Purwati tersebut juga dibahas perihal pembangunan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di 15 Rumah Sakit TNI Angkatan Darat.

Secara fisik, pembangunan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) telah hampir 100 persen di 15 RSAD masing-masing Komando Daerah Militer.
Namun, terjadi kendala pada proses pengiriman saringan partikel udara berefisiensi tinggi (High Efficiency Particulate Air Filter/ HEPA Filter) dan instalasi ruangan bertekanan negatif karena kurangnya tim subkontraktor dari mitra.

Pengiriman alat kesehatan pun masih belum selesai karena adanya perubahan koordinasi.⁣ Untuk itu, Kasad meminta Asisten Logistik Mayjen TNI Jani Iswanto menambah tim untuk menghubungi subkontraktor dan mempercepat pengadaan alat kesehatan tersebut.

“Aslog, segera hubungi mitra dan minta tambahan tim untuk sub kontraktor, tidak bisa hanya 1 tim karena harus simultan dan cepat,” tandasnya. (Ink)