Monday, October 3, 2022
HomeBerita BaruSportPersebaya Kalah Lawan Bali United, Aji Santoso Siap Terima Resiko Pemecatan

Persebaya Kalah Lawan Bali United, Aji Santoso Siap Terima Resiko Pemecatan

Surabaya, Investigasi.today – Menanggapi kasus pemecatan pelatih kepala pada tim liga 1 Indonesia dimana kompetisi baru berjalan 8 pekan, Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya sebut kompetisi di Indonesia paling kejam.

Penyebutan Aji terkait hal ini bukan tanpa alasan, menurut pelatih asal Malang ini menyebutkan jika membaca artikel pemberitaan tentang pemecatan pelatih dianggap wajar karena seorang pelatih dituntut harus berprestasi membawa timnya.

Diibaratkan Claudio Ranieri ketika gagal membawa Leicester raih juara diberhentikan menjadi pelatih dan hasilnya di musim berikutnya jeblok.

“Tantangan seorang pelatih memang harus membawa tim berprestasi dan pemutusan kontrak pelatih ini juga hak dari manajemen dan membuat keputusan yang benar bukan karena desakan siapapun karena dipecatnya pelatih ini yang menentukan manajemen tim bukan yang lain,”ungkap Aji, Sabtu (3/9/2022).

Jika pun mantan pelatih Persela Lamongan ini melakukan hal yang serupa ia pun siap menerima resiko apapun yang diberikannya.

“Yang jelas saya sangat siap dengan resiko apapun. Jadi, pemilihan pemain itu merupakan keputusan pelatih. Di Persebaya mulai saya masuk, saya gak pernah dapat intervensi dari mana pun, semuanya diserahkan ke saya,”imbuh Aji.

Lima pelatih kepala yang dipecat oleh klub Liga 1 Indonesia hingga pekan ke 8 BRI Liga 1, diantaranya Robert Rene Alberts pelatih Persib Bandung yang saat ini berada di posisi 14, kemudian Javier Roca pelatih kepala Persik Kediri yang saat ini berada di posisi terbawah yakni 18, lalu Jacksen F Thiago Persis Solo yang saat ini berada di posisi 15 klasmen, Sergio Alexandre pelatih PSIS Semarang yang saat ini berada di posisi 13 dan Dejan Antonic Pelatih Barito Putra yang saat ini berada di posisi 17 klasmen. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -








Most Popular