Petani Telukjambe Gelar Aksi Kubur Diri, Siapkan 300 Peti

0
Karawang, Investigasitop.com –
Dewan Pembina Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) Aris Wiyono menyatakan,
akan melakukan unjuk rasa aksi kubur diri jilid II. Kali ini Aris mengklaim
akan mengerahkan massa lebih banyak lagi petani Telukjambe.
Aris mengatakan STTB kembali mengerahkan petani
untuk kubur diri lantaran kecewa dengan keputusan menteri Agraria dan Tata
Ruang, Sofyan Djalil yang hanya akan membangun 96 unit rumah untuk petani Telukjambe.

“Padahal petani penggarap yang terkena dampak konflik dengan PT Pertiwi
Lestari selama ini sejumlah 600 orang,” kata Aris.

Sementara itu, Maman Suryaman, ketua STTB mengklaim,
petani Telukjambe yang jadi korban sengketa lahan tidak semua ikut aksi ke
Jakarta. Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak hanya menjamin 275 petani
Telukjambe yang mengungsi ke Jakarta. “Jumlah itu hanya sebagian. Sisanya
masih banyak,” kata Maman.
“Dari 600 kepala keluarga yang terdampak
konflik kenapa hanya 97 keluarga saja yang akan diberikan solusi,”
katanya, menegaskan.
Maman menegaskan bahwa masyarakat petani telukjambe
menolak atas solusi yang diberikan oleh menteri ATR/BPN karena jauh dari rasa
keadilan dan prikemanusiaan. Dari 600 keluarga, hanya 97 keluarga saja yang
akan diberikan hak atas tanah pemukiman dan garapan. 
“Pemerintah masih
menelantarkan 503 keluarga lain. Saya punya data lengkap dan valid atas 600
keluarga korban keteledoran pemerintah atas rakyatnya tersebut,” kata dia.
Sementara itu, wakil Bupati Karawang, Ahmad
Zamakhsyari mengatakan, pemerintah belum menentukan luas tanah yang akan
dibagikan kepada para petani. Saat ini, ia masih menunggu data yang valid dari
para petani.
 “Sementara ini, datanya masih tumpang
tindih. Saya harap petani segera menyiapkan data yang valid, jawab berbasis
fotokopi KTP dan KK,” kata Ahmad.

Ia mengklaim permasalahan petani Telukjambe telah
selesai, ia juga mengaku jika menteri Sofyan telah bertemu dengan Antony Salim,
pemilik Pertiwi Lestari. 
“Lokasi untuk para petani sudah pasti, kesimpulan
besarnya sidah selesai, pemilik PL sudah bertemu sama menteri dan bersedia
menyerahkan sebagian lahan kepada para petani,” kata Ahmad. (Mamad)