Puluhan Rumah Warga Desa Ringintelu Terima BSPS dari Kementerian PUPR

0
Program BSPS Kementerian PUPR Di Desa Ringintelu, Banyuwangi

BANYUWANGI, investigasi.today – Melalui Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kementerian PUPR) Pemerintah memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Ke sejumlah Desa yang berada di Kabupaten Banyuwangi salah satunya Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo berjumlah puluhan rumah layak huni.

Program BSPS untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) Dengan skema padat karya tunai tersebut merupakan upaya Pemerintah guna mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19 serta melawan penyebaran Virus Corona (Covid-19) Diantaranya tinggal di rumah layak huni dan menerapkan gaya hidup sehat 
Kepala Desa Ringintelu.

Budi Santoso menerangkan,” Desa Ringintelu mendapat bantuan bedah rumah dari Pemerintah sebanyak 40 buah rumah masing-masing sebesar Rp 17,5 Juta akan tetapi ada 22 penerima bantuan mengundurkan diri lantaran tidak masuk kriteria dan merasa belum mampu karena terkendala swadayanya sehingga terealisasi ada 18 penerima bantuan dan hingga kini sudah ada sekitar 5 buah rumah sudah selesai 90% dan sisanya dalam perbaikan”, ujar Kades.

“Dalam program ini Pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai namun berupa bahan bangunan senilai Rp 15 Juta dan untuk swadaya Rp 2,5 Juta , dalam pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membangun atau memperbaiki rumah tersebut secara swadaya, Nantinya tukang yang mengerjakan bisa diberikan upah dengan demikian mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang,” lanjutnya.

“Bedah rumah tersebut dilakukan dengan memperhatikan syarat rumah layak huni yakni keselamatan bangunan dengan peningkatan kualitas konstruksi bangunan, kesehatan penghuni dengan pemenuhan standar kecukupan cahaya dan sirkulasi udara serta ketersediaan MCK dan kecukupan minimum luas bangunan dengan pemenuhan standar ruang gerak minimum per orang”, pungkas Kades.

Salah seorang warga penerima bantuan yang selama bertahun-tahun menghuni sebuah gubuk dengan kondisi tidak layak huni mengaku,” Saya sangat berterima kasih karena sudah mendapat bantuan dari Pemerintah”, ucap warga, Supardi. (Widodo)