Saudara Kembar Sekongkol Edarkan Narkoba

0

Surabaya, investigasi.today – Yani bin Tuwadji (27) pemuda pengangguran warga Kupang Gunung Barat.IV Surabaya, didudukan dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya sebagai terdakwa dalam perkara peredaran narkoba, Selasa (29/11/2017).

Sidang digelar diruang garuda1 dan dipimpin Dwi Purwanto selaku Ketua Majelis Hakim, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Rokhaniawan dari Kejari Surabaya menghadirkan saksi untuk dimintai keterangannya.

Dihadapan Majelis Hakim saksi membeberkan perkara tersebut, menurut keterangan saksi bahwa berawal dari penangkapan Roni als Lor bin Tuwadji pada Senin 24 Juli 2017 sekira pukul 21,00 wib di Jln Raya Girilaya Surabaya.

Dalam penangkapan tersebut ketika dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan (1) satu bungkus plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu seberat 0, 30 gram, (1) satu buah HP merk Samsung warna putih, dari penangkapan tersebut kemudian diteruskan dengan penggeledahan di tempat kost Roni di Jln Banyu Urip Gang.1 Surabaya.

Dalam penggeledahan di tempat Roni petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu bungkus plastik kecil berisi sabu seberat 0,87 gram, (1) satu bungkus plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,22 gram, sabu didalam pipet seberat 2,82 gram beserta pipetnya, (3) tiga lembar kertas catatan penjualan, (1) satu buah tas kecil warna coklat berisi (4) empat pak plastik kosong, (7) tujuh buah skop dari sedotan warna putih.

Kemudian (1) satu buah timbangan electrik, (1) satu buah alat hisap (bong), (1) satu lembar bukti transfer bank BCA, yang semuanya diakui oleh Roni jika barang tersebut adalah miliknya yang didapat dari terdakwa Yani dengan cara dititipi untuk dijual kepada pembeli dan keuntungannya yakni Rp50 ribu per poketnya.

Lantas kemudian petugas kembali melakukan penangkapan terhadap terdakwa Yani di Jln Petemon IV Surabaya, ketika dilakukan penggeledahan dikamar kost terdakwa petugas berhasil menemukan barang bukti berupa (1) satu kotak tempat sepatu merk Fladeo berisi sabu seberat 16,35 gram yang sudah dibagi menjadi (17) tujuh belas poket siap jual.

Atas pengakuan terdakwa bahwa barang tersebut ia dapatkan dari Jarwo als Tuek (DPO) pada Minggu 23 Juli 2017 dengan cara diranjau dalam pot bunga depan pom bensin Jln Sepanjang. Atas perbuatan terdakwa, JPU menjerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya H.Moch Sudja,i dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH Lacak) belum ada komentar terkait perkara tersebut. (Ml)