Sunday, September 6, 2026
HomeBerita BaruJatimSPBU Gresik Kekeringan BBM: Pertalite hingga Pertamax Sama-Sama Kosong, Ada Apa dengan...

SPBU Gresik Kekeringan BBM: Pertalite hingga Pertamax Sama-Sama Kosong, Ada Apa dengan Pasokan Pertamina?

GRESIK, Investigasi.today Kelangkaan BBM mulai mengusik aktivitas warga di Kota Gresik. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami kekosongan stok, bukan hanya BBM bersubsidi, tetapi juga sejumlah produk nonsubsidi.

Kondisi ini terpantau sejak Jumat (4/9) pagi dan masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) siang. Kekosongan terjadi di sejumlah titik SPBU yang menjadi akses utama masyarakat, mulai dari SPBU Petro di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, SPBU Jalan Veteran, SPBU kawasan Roomo Meduran, Manyar, hingga SPBU Bunder.

Yang menjadi sorotan, kelangkaan tidak hanya terjadi pada Pertalite dan Biosolar, tetapi juga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Dex, dan Pertamax Green.

Di sejumlah SPBU, tanda pemberitahuan stok BBM habis terpasang. Konsumen yang datang harus berbalik arah setelah mendapatkan informasi bahwa pasokan masih ditunggu.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi dengan distribusi BBM di Gresik ketika BBM subsidi dan nonsubsidi sama-sama menghilang dari sejumlah SPBU dalam waktu bersamaan?

Keliling SPBU, Pertalite hingga Pertamax Sama-Sama Habis

Dampak kelangkaan paling nyata dirasakan pengendara. Mereka harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM.

Abdul Qomar, warga Tlogopojok, Gresik, mengaku telah berkeliling ke sejumlah SPBU untuk mencari Pertalite. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah keliling ke sejumlah SPBU, tapi Pertalite habis. Begitu mau beli Pertamax, ternyata juga habis,” kata Qomar, Sabtu (5/9).

Kondisi tersebut akhirnya memaksanya mengambil pilihan yang sebenarnya tidak diinginkan: membeli BBM secara eceran dari pedagang di pinggir jalan.

“Ini saya dapat Pertalite beli eceran di pinggir jalan,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ketika jaringan SPBU resmi mengalami kekosongan, konsumen mulai mencari jalur alternatif untuk memenuhi kebutuhan BBM, meski harus membeli secara eceran.

SPBU Akui Stok Kosong Sejak Jumat Pagi

Kekosongan tersebut juga dibenarkan Sukiman, staf operator SPBU Bunder.

Menurut dia, stok BBM di SPBU tempatnya bekerja telah kosong sejak Jumat pagi. Kekosongan terjadi pada BBM subsidi maupun nonsubsidi.

“Stok BBM memang habis sejak Jumat pagi. Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada pengelola untuk diteruskan ke Pertamina,” kata Sukiman.

Pihak SPBU, lanjutnya, masih menunggu pengiriman dari Pertamina agar pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal.

Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan di lapangan bukan sekadar antrean atau keterlambatan pelayanan di SPBU. Ada persoalan pasokan yang membuat konsumen kehilangan akses terhadap sejumlah jenis BBM dalam waktu bersamaan.

Pertamina: BBM Subsidi Masih Sesuai Kuota

Di tengah keluhan masyarakat, Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM subsidi di wilayah Gresik masih berjalan berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Manager Government Relations Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, untuk Kabupaten Gresik, pemerintah menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 163.962 kiloliter (KL) Pertalite dan 168.681 KL Biosolar.

“Sampai dengan Agustus, rata-rata realisasi di wilayah Jatim sudah lebih dari 60 persen kuota yang ada,” kata Ahad.

Namun, angka realisasi tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan yang dirasakan konsumen di lapangan.

Sebab, di sejumlah SPBU Gresik, fakta yang terlihat justru menunjukkan konsumen kesulitan mendapatkan BBM, termasuk Pertalite.

Pertamina Akui Pasokan BBM Nonsubsidi Terganggu

Yang lebih menarik, Pertamina juga mengakui adanya hambatan pada distribusi BBM nonsubsidi.

Ahad menjelaskan, pasokan BBM nonsubsidi sempat mengalami hambatan karena Pertamina tengah melakukan penyesuaian pola pasokan.

“Pasokan BBM nonsubsidi memang sedikit terhambat karena Pertamina sedang melakukan penyesuaian pola supply,” ujarnya.

Pertamina menyebut penyesuaian tersebut berlangsung di tengah meningkatnya permintaan terhadap BBM bersubsidi. Pengaturan distribusi kemudian dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di sejumlah wilayah.

Namun kondisi di lapangan menyisakan persoalan yang patut dicermati.

Jika kuota BBM subsidi disebut masih tersedia, mengapa sejumlah SPBU justru mengalami kekosongan Pertalite? Dan jika yang mengalami penyesuaian pasokan adalah BBM nonsubsidi, mengapa Pertamax, Dex, hingga Pertamax Green juga ikut tidak tersedia di sejumlah SPBU?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena kelangkaan berlangsung di beberapa SPBU sekaligus dan terjadi pada lebih dari satu jenis BBM.

Untuk masyarakat, persoalannya sederhana: BBM dibutuhkan sekarang, sementara pompa BBM kosong.

Kondisi ini membuat konsumen harus mencari SPBU lain, menunda perjalanan, atau mengambil alternatif membeli BBM eceran.

Karena itu, selain memastikan pasokan kembali normal, transparansi mengenai pola distribusi, jadwal pengiriman, penyebab kekosongan dan pemetaan stok di masing-masing SPBU menjadi penting agar masyarakat tidak terus dibuat berkeliling mencari BBM.

Sebab, ketika BBM subsidi dan nonsubsidi sama-sama menghilang dari sejumlah SPBU, persoalannya bukan lagi sekadar “stok habis”.

Yang perlu dijawab adalah: di titik mana rantai pasokan BBM tersebut tersendat? (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular