Wednesday, April 17, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaTekan Angka Kelahiran Melalui Metode MOP Dan MOW

Tekan Angka Kelahiran Melalui Metode MOP Dan MOW

Surabaya,Investigasitop.com- Angka kelahiran di Kota Surabaya
selama triwulan I (Januari-April 2017) mengalami penurunan. Pesan ini tertuang
dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diadakan oleh Dinas Pengendalian
Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) di Ruang Pola
Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Selasa (5/5/2017)

Kegiatan ini dibuka sekaligus
dihadiri oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, beberapa orang dari unsur
satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait tingkat Kota Surabaya, Dandim,
Polrestabes, Camat, Lurah dan Tim Penggerak (TP-PKK) Kota dan Kecamatan.

Menurut Kepala DP5A Kota
Surabaya Nanies Chaerani, tahun ini dirinya menargetkan 600 akseptor KB di
surabaya. Masing-masing target tersebut telah diawali dengan capaian peserta KB
MOW (Metode Operasi Wanita) sebanyak 500 orang atau sekitar 25 persen,
sedangkan MOP (Metode Operasi Pria) sebanyak 100 orang atau sekitar 73 persen.
“Sejak awal kami memang tidak
menargetkan terlalu banyak ya, sebab kebanyakan dari pihak laki-laki menolak
dengan alasan takut atau memang tidak mau menggunakan metode tersebut,” terang
Nanis.
Banyaknya (MOP/W) yang dilakukan
oleh bapak atau ibu-ibu, lanjut Nanis pada akhirnya berdampak pada jumah
kependudukan di surabaya. Artinya, tingkat kelahiran di surabaya berada di
titik rendah baik pada tingkat kota, provinsi dan nasional.
“Di tingkat kota sebesar 1,7
persen, provinsi 1,9 persen dan nasional 2,6 persen, ini sangat rendah
dibandingkan kota-kota lain yang ada di Indonesia,” terang Mantan Kepala Bagian
(Kabag) Humas tersebut.
Selain itu, pihaknya juga
melakukan penandatangan MOU
(berlangsung tadi pagi), dengan RS. Muji Rahayu. Baginya, semakin banyak
menggandeng RS maka akan mempermudah  dan
mempercepat pelayanan bagi warga yang ingin memasang alat kontrasepsi tersebut.
“Berkaca dari pengalaman tahun
lalu, ada RS yang diajak kerjasama namun tidak bisa melayani karena keterbatasan
tim medis serta meningkatnya volume pasangan yang ingin mendaftar hingga pada
akhirnya mereka enggan untuk diajak kembali,” pungkas Nanis.
Adapun poin-poin yang dibahas
dalam rakerda tersebut yaitu, menindaklanjuti penyelenggaraan Rakorda Perwakilan
BKKBN Provinsi Jawa Timur, program 
Kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. 
“Selain itu, acara ini turut
mendukung program nawacita yang dicanangkan oleh presiden Jokowi,” ujar Mantan
Camat Kenjeran itu.
Sementara itu, Walikota Surabaya
Tri Rismaharini menuturkan selain mensosialisasikan program KB dan pembangunan
keluarga untuk meredam tingkat kelahiran sehingga pola kependudukan di surabaya
stabil, dirinya juga menghimbau agar seluruh elemen yang hadir mampu mencari,
mengolah dan mendidik anak-anak dari segala lini khususnya di bidang pendidikan
dan pembinaan karakter.
“Saya kencang dalam hal ini agar
tercipta generasi penerus yang berkualitas sehingga kelak kehidupan mereka bisa
sejahtera dan yang paling penting, mampu menjadi tuan dan nyonya di rumahnya
sendiri,” tegas Risma.(budi)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -











Most Popular