
Gresik, Investigasi.today – Pemerintah Kabupaten Gresik resmi mengakselerasi penguatan tata kelola data desa melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih memimpin langsung deklarasi yang digelar di Ruang Rapat Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Rabu (15/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, Sekcam Manyar Achmad Fachri, serta para kepala desa dan operator desa.
Program ini menetapkan tiga desa di Kecamatan Manyar sebagai lokus utama, yakni Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyarejo. Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam pencanangan sekaligus komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan data di tingkat desa.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Data berkualitas adalah kunci dalam menentukan arah pembangunan daerah, terutama dalam penguatan DTSEN serta upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.
Menurutnya, Program Desa Cantik bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah strategis untuk mendorong transformasi tata kelola pemerintahan desa berbasis data yang akurat, mutakhir, dan akuntabel.
“Di era digital, data bukan lagi sekadar angka, tetapi menjadi dasar dalam setiap proses—mulai dari perencanaan hingga evaluasi pembangunan,” tambahnya.
Wabup Alif juga menyoroti tantangan integrasi data yang masih belum optimal di tingkat desa. Melalui program ini, pemerintah mendorong penguatan pendampingan desa agar lebih adaptif, sekaligus selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
“Dengan data yang baik, kita tidak hanya menciptakan program yang tepat sasaran, tetapi juga mampu mengurangi kesenjangan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih, mengungkapkan bahwa Program Desa Cantik telah berjalan sejak 2022 dan terus menunjukkan capaian positif. Kabupaten Gresik bahkan pernah menorehkan prestasi nasional melalui Desa Gumeng yang masuk tujuh besar Desa Cantik terbaik, serta Desa Leran yang menembus empat besar nasional pada 2025.
Untuk tahun ini, BPS Gresik kembali memilih tiga desa di Manyar dengan pendekatan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan.
“Kami mengedepankan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, hingga instansi pemerintah, untuk memastikan program berjalan efektif,” jelasnya.
Indri menambahkan, penguatan ekosistem data juga akan didorong melalui integrasi dengan inovasi teknologi dan sistem informasi daerah guna mempercepat digitalisasi.
“BPS akan terus hadir mendampingi pemerintah daerah, termasuk dalam pembinaan teknis bersama UMG dan Dinas Tenaga Kerja, mulai dari pengumpulan hingga penyajian data statistik yang akurat,” pungkasnya. (Ink)


