Tiga Pimpinan DPR Aceh Bakal Diperiksa KPK, Hendra Budian: Kami Siap Hadir

0
Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian

Aceh, Investigasi.today – Tiga pimpinan DPR Aceh dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Aceh serta pengadaan kapal Aceh Hebat.

Ketiga pimpinan DPR Aceh yang dipanggildan akan diperiksa tersebut adalah Wakil Ketua I Dalimi, Wakil Ketua II Hendra Budian dan Wakil Ketua III Safaruddin.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa pemanggilan beberapa pejabat legislatif di Aceh itu untuk meminta keterangan dan klarifikasi dalam kegiatan penyelidikan KPK di Aceh.

“Informasi yang kami terima, terkait permintaan keterangan dan klarifikasi dalam kegiatan penyelidikan oleh KPK,” ungkap Ali Fikri, Jumat (22/10).

Saat ditanya lebih detail tentang pernyelidikan dan kasus apa yang sedang ditangani, Ali Fikri enggan mengungkapkannya.

“Saat ini masih tahap proses penyelidikan, jadi kami belum bisa sampaikan lebih jauh mengenai detail materinya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPR Aceh Hendra Budian mengakui sudah mendapat surat panggilan dari KPK.
Dalam surat KPK yang ia terima, KPK meminta dirinya membawa print out buku rekening dan beberapa dokumen menyangkut persoalan pengadaan barang dan jasa tahun 2021.

“Benar (dipanggil KPK). Ada beberapa yang diminta bawa, termasuk print out buku rekening dan beberapa menyangkut persoalan pengadaan barang dan jasa tahun 2021,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini juga bakal diperiksa terkait pengadaan Kapal Aceh Hebat dan anggaran Apendiks. Hendra mengaku akan kooperatif dalam pemeriksaan tersebut.

“Kami siap hadir, siap kooperatif, mudah-mudahan ada titik terang lah dengan kasus Aceh hari ini yang sedang kita hadapi,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua III DPR Aceh, Safaruddin. Meski tak merinci dokumen apa saja yang diminta KPK, namun Ia mengaku sudah mendapat surat panggilan dan diminta untuk membawa sejumlah dokumen.

“Dokumen yang kira-kira berhubungan dengan saya akan saya coba lengkapi, karena memang dalam surat itu ada beberapa yang relevan dengan jabatan saya saat ini,” ungkap politikus Gerindra ini.

“Tapi kalau seandainya berada di luar pengetahuan kami, enggak mungkin juga kami penuhi,” tandasnya. (gm)