TPPU Sunjaya, Nico Siahaan Kembali Diperiksa KPK

0
Junico Siahaan alias Nico Siahaan

Jakarta, Investigasi.today – Junico Siahaan alias Nico Siahaan, anggota DPR RI 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan kembali diperiksa penyidik KPK terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra (SUN).

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan “iya benar, yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi terkait TPPU atas nama Sunjaya Purwadisastra,” ungkapnya, Selasa (29/10).

Sebelumnya pada November 2018, Nico juga diperiksa KPK sebagai saksi terkait penerimaan gratifikasi dengan tersangka Sunjaya. Saat itu, KPK mendalami pengetahuan saksi tentang penyelenggaraan kegiatan parpol di bulan Oktober 2018. Terkait dengan kegiatan tersebut, sebelumnya dari pihak lain, KPK menerima pengembalian uang Rp250 juta.
Namun Febri tidak menyebutkan siapa orang yang mengembalikan uang tersebut.

“Diduga uang tersebut diberikan tersangka SUN sehingga pengembalian tersebut dibuatkan berita acara dan menjadi bagian dari berkas perkara ini,” ungkap Febri saat itu.

Dana yang diberikan sebagai sumbangan untuk kegiatan Parpol di Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 dan
Nico diketahui adalah ketua panitia peringatan Sumpah Pemuda “Satu Indonesia Kita” PDIP pada 28 Oktober 2018.

Namun KPK menemukan indikasi sumber dana tersebut terkait dengan “fee” proyek di Cirebon yang juga menjadi salah satu objek penanganan perkara. “Kami imbau jika ada pihak lain yang menerima agar segera mengembalikan pada KPK karena akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan,” tandas Febri waktu itu.

Untuk diketahui, penetapan Sunjaya sebagai tersangka TPPU tersebut merupakan pengembangan perkara suap terkait perizinan di Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Setelah diproses KPK, Sunjaya divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung dalam kasus suap tersebut.

Dalam kasus Ini, Sunjaya diduga menerima dana sebesar sekitar Rp51 miliar. Atas dugaan tersebut, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Ink)